Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

27 Tahun Bermusik, Rocket Rockers Rilis Lagu Religi

Band Rocket Rockers merayakan perjalanan karier mereka yang telah memasuki usia 27 tahun dengan merilis single terbaru berjudul Yang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in 27 Tahun Bermusik, Rocket Rockers Rilis Lagu Religi
Tribunnews.com/Fauzi Nur Alamsyah
KARYA BARU - Band Rocket Rockers yang terdiri dari Bisma, Aska, Ozom (kiri ke kanan) dalam.perayaan 27 tahun berkarya dan lagu baru berjudul Yang di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2026). (Tribunnews.com/Fauzi Alamsyah) 
Ringkasan Berita:
  • Memasuki usia 27 tahun, Rocket Rockers merilis lagu religi berjudul "Yang" sebagai respons terhadap isu kesehatan mental dan tren konten sedih.
  • Lagu "Yang" mengusung pesan universal agar pendengar tidak putus asa. Rocket Rockers ingin memberikan pilihan konten positif bagi generasi muda.
  • Proses kreatif lagu ini didominasi oleh gitaris tambahan, Samuel, agar musiknya lebih relevan bagi Gen Z tanpa meninggalkan ciri khas band tersebut.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Band pop punk asal Bandung, Rocket Rockers merayakan perjalanan karier mereka yang telah memasuki usia 27 tahun dengan merilis single terbaru berjudul Yang.

Lagu tersebut menjadi karya yang cukup berbeda dibandingkan rilisan-rilisan Rocket Rockers sebelumnya dengan berkolaborasi bersama Semesta Records.

Sebab, untuk pertama kalinya dalam hampir tiga dekade berkarya, mereka menghadirkan lagu bernuansa religi dengan pesan universal tentang harapan dan semangat menghadapi kehidupan.

Baca juga: Kunci Gitar Lagu Bangkit - Rocket Rockers: Menantang Hari, Coba Tuk Temui Semua Rasa Benci

Dalam acara perayaan 27 tahun Rocket Rockers, sang basis Bisma mengungkapkan ide pembuatan lagu Yang bermula dari diskusi para personel pada awal tahun 2025.

"Mungkin trigger-nya pas kita meeting awal tahun. Kita kumpul, cari ide, tiba-tiba Aska nyeletuk, 'Kita bikin sesuatu yuk yang belum pernah selama hampir 27 tahun ini belum pernah kita bikin.' Salah satunya yaitu lagu religi," kata Bisma dalam jumpa pers di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2026).

Menurut Bisma, inspirasi lagu tersebut lahir dari kegelisahan mereka sebagai orang tua yang melihat perkembangan media sosial dan berbagai isu kesehatan mental yang marak dikonsumsi anak-anak muda.

Rekomendasi Untuk Anda

"Trigger-nya karena umur sih, enggak bisa bohongin. Kita sebagai bapak-bapak yang sudah punya anak yang beranjak remaja. Concern kita juga sama anak-anak ini, melihat sosial media, isu mental health itu agak mengkhawatirkan buat saya pribadi," ujarnya.

Ia mengaku sering mempertanyakan mengapa konten-konten bernuansa sedih justru memperoleh perhatian besar di media sosial.

"Keresahan dari kita bertiga, lihat engagement konten-konten yang sedih kok bisa gede gini ya. Sedangkan content creator yang positif vibes malah engagement-nya kurang. Ini kayak jadi tanggung jawab kita juga bikin counter dari situ," tuturnya.

Melalui lagu Yang, Rocket Rockers ingin menyampaikan pesan agar siapa pun yang sedang berada di titik terendah kehidupan tidak kehilangan harapan.

"Jadi misalnya anak-anak kita yang beranjak menuju remaja juga punya pilihan dari karya ayahnya. Secara garis besar lagu ini berbicara tentang apabila kalian berada di fase titik terendah dalam hidup kalian, jangan putus asa," ucap Bisma.

Menariknya, Rocket Rockers mempercayakan proses penciptaan lagu tersebut kepada Samuel, gitaris tambahan sekaligus produser yang usianya lebih muda dari para personel inti.

Bisma mengatakan keputusan itu diambil agar lagu tersebut memiliki sudut pandang yang lebih dekat dengan generasi muda.

"Sekarang personel bertiga, ada satu additional gitaris kita Samuel yang sudah bareng sejak 2017. Kita percayakan lagu ini eksekusinya sama Samuel. Mungkin dia punya POV tersendiri yang lebih relate ke audience Gen Z," jelasnya.

Tak hanya itu, sekitar 80 persen proses komposisi lagu juga dikerjakan Samuel.

"Alhamdulillah 80 persen Samuel. Jadi saya cuma nambahin lirik beberapa saja. Samuel berperan sebagai produser di lagu itu," kata Bisma.

Sementara itu, sang vokalis, Aska menegaskan bahwa lagu Yang dibuat sebagai lagu religi yang bersifat universal dan bisa diterima semua kalangan.

"Tapi ini lagu religi yang universal, by the way. Makanya enggak ada notasi-notasi Timur Tengahnya. Karena Samuel juga yang bikin lagu ini dan namanya Samuel. Jadi memang kita ingin pesannya bisa diterima siapa saja," ujar Aska.

Dalam kesempatan yang sama, para personel juga mengenang perjalanan panjang Rocket Rockers sejak terbentuk pada 1999.

Aska mengaku seluruh pencapaian yang diraihnya saat ini berawal dari Rocket Rockers, termasuk pengalaman pertamanya naik pesawat.

"Semua yang kita punya saat ini berawal dari Rocket Rockers. Saya punya nazar, profesi yang bikin saya naik pesawat pertama kali itu bakal saya gelutin seumur hidup. Dan Rocket Rockers yang bawa saya pertama kali naik pesawat," ungkap Aska.

Perjalanan panjang selama 27 tahun itu membuat Rocket Rockers semakin menyadari pentingnya dukungan para penggemar yang mereka sebut Rocket Rock Friends.

"Rocket Rock Friends yang selalu nagih sesuatu ke kita. 'Kapan bikin album lagi?', 'Kapan manggung di sini?' Itu jadi trigger buat kita. Rocket Rock Friends adalah oksigen buat Rocket Rockers," tutur Aska.

Meski industri musik kini jauh lebih kompetitif dibanding era awal 2000-an, Rocket Rockers mengaku masih menikmati proses beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"Kalau sekarang pendengarnya bisa lewat platform mana saja. Arus informasi cepat banget, kompetitornya juga banyak. Tapi seru sih," kata Ozom sang drummer.

(Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah)

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas