Eks ART Mau Damai dengan Rien Wartia, Syaratnya Eks Istri Andre Taulany Minta Maaf & Bayar Gaji
Herawati, eks Asisten Rumah Tangga (ART) Rien Wartia Trigina melunak, ia ingin damai asalkan eks istri Andre Taulany memenuhi syarat darinya.
Editor:
Anita K Wardhani
Ringkasan Berita:
- Herawati, eks Asisten Rumah Tangga (ART) Rien Wartia Trigina melunak, ia ingin damai.
- Tak lagi bersikeras memenjarakan mantan istri Andre Taulany itu dan setujui perdamaian dengan syarat.
- Hera juga meminta Erin untuk mengembalikan semua barang-barang miliknya, yang ditahan saat ia keluar rumah juga ada permintaan maaf.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sikap Herawati, eks Asisten Rumah Tangga (ART) Rien Wartia Trigina melunak.
Ia tak lagi bersikeras memenjarakan mantan istri Andre Taulany itu dan setujui perdamaian dengan syarat.
Herawati membuka pintu damai dengan Erin, agar masalah atau kasus dugaan penganiayaan bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
Baca juga: Rien Wartia Mengaku Psikis Terganggu akibat Kasus dengan ART, Banyak Pekerjaan Tertunda
Hera menegaskan siap berdamai dengan Erin dengan mengajukan beberapa syarat yang harus dipenuhi.
"Ya sebenarnya sih bersedia memaafkan, yang penting kan ada iktikad baiknya dari pihak sana, terus ya dikembalikan lah hak-hak saya gitu," kata Herawati dalam jumpa persnya di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2026) malam.
Hera juga meminta Erin untuk mengembalikan semua barang-barang miliknya, yang ditahan saat ia keluar rumah.
"Saya mintanya ya haknya saya, kayak handphone, gaji yang 28 hari gitu, sama baju saya, dompet saya kan masih ada di sana semua," ucap Herawati.
"Sama satu lagi, mendengar permintaan maaf dari Bu Erin dan tidak mengulangi nya lagi," tambahnya.
Natalius Bangun penasehat hukum Hera menegaskan jika Erin bersedia memenuhi keinginan kliennya, maka perdamaian tentu akan terjadi dan tak ada lagi proses hukum.
Siap Cabut Laporan Polisi
Hera siap mencabut laporan polisi di Polres Metro Jakarta Selatan dan membatalkan niatnya, untuk memenjarakan Erin.
"Bilamana kemudian perdamaian yang dimaksud dapat disepakati dapat terjadi, ya salah satunya tentu saling cabut laporan masing-masing dan saling memaafkan," jelas Natalius Bangun.
"Kemudian apa yang menjadi hak klien kami diberikan seperti handphone, gaji yang 28 hari, dan baju," sambungnya.
Deolipa Yumara penasehat hukum Herawati lainnya menganggap, kasus kliennya dengan Erin bukan lah masalah besar dan bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
Deolipa menilai kalau apa yang terjadi antara Herawati dan Erin, adalah dinamika di dunia kerja antara majikan dan ART nya.
"Perkara ini sebenarnya perkara yang sifatnya masih dalam toleransi yang sebenarnya bukan perkara, karena masih kesalahpahaman biasa," ujar Deolipa Yumara. (Ari).