Perdana Konser di Surabaya 11 September, Ini Daftar Lagu Populer Hillsong Worship
Konser di Surabaya menjadi bagian dari rangkaian tur Asia bertajuk Hillsong Worship Nights Asia Tour 2026.
Penulis:
Fauzi Nur Alamsyah
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Hillsong Worship bersiap menggelar konser perdana di Graha Unesa Surabaya pada 11 September 2026 dalam rangkaian tur Asia.
- Konser bertajuk Worship Nights ini diprediksi membawakan lagu hit global mereka, termasuk masterpiece What A Beautiful Name.
- Tiket konser Hillsong Worship di Surabaya resmi dijual mulai Jumat, 26 Juni 2026
TRIBUNNEWS.COM - Grup musik rohani paling berpengaruh di dunia, Hillsong Worship, dijadwalkan menggelar konser di Graha Unesa, Surabaya, Jawa Timur, 11 September 2026.
Konser tersebut menjadi bagian dari rangkaian tur Asia mereka yang bertajuk Hillsong Worship Nights Asia Tour 2026.
Ini akan menjadi momen bersejarah momen bersejarah, karena merupakan penampilan perdana Hillsong Worship di Kota Pahlawan.
Baca juga: Ayu Ting Ting Nongkrong di Kafe, Pakai Banyak Ponsel Ikut War Tiket Konser BTS
Dipromotori oleh Color Asia Live dan Otello Asia, konser ini diproyeksikan tidak hanya menjadi sekadar pertunjukan musik biasa, melainkan sebuah pengalaman spiritual yang mendalam dan intim dalam merayakan iman bersama.
Selama lebih dari tiga dekade, Hillsong Worship telah melahirkan ratusan lagu pujian yang dinyanyikan oleh jutaan jemaat di berbagai belahan dunia.
Bagi yang berencana menyaksikan langsung penampilan mereka, tiket konser di Surabaya akan mulai dijual pada Jumat, 26 Juni 2026 pukul 11.59 WIB melalui situs loket.com.
Agar momen sing-along Anda semakin berkesan, berikut adalah ulasan singkat Edward Tomlin di Singersroom, mengenai 10 lagu Hillsong Worship paling populer yang kemungkinan besar dibawakan di Graha Unesa:
1. What A Beautiful Name
Lagu ini merupakan salah satu lagu pujian paling ikonik di era modern. Ditulis dengan keindahan doktrin yang kuat, lagunya mengulas tentang keagungan, otoritas, dan indahnya nama Yesus.
Aransemennya bergerak anggun dari petikan lembut hingga klimaks yang megah, merefleksikan perjalanan inkarnasi Kristus hingga kemenangan-Nya atas maut.
2. Mighty To Save
Menjadi lagu wajib di berbagai gereja kontemporer, lagu ini membawa pesan pengharapan yang sangat kuat.
Liriknya mengontraskan antara kerapuhan manusia dengan kedahsyatan kuasa penyelamatan Tuhan yang mampu memindahkan gunung. Bagian bridge-nya juga unik karena mengajak jemaat untuk merefleksikan kasih Tuhan lewat aksi nyata di dunia.
3. Shout To The Lord
Diciptakan oleh Darlene Zschech puluhan tahun lalu, karya legendaris ini tetap menjadi standar musik worship global.
Lagu ini menggabungkan keintiman kasih pribadi kepada Yesus dengan keagungan seluruh ciptaan yang bersorak memuji-Nya. Melodinya yang jujur dan emosional membuat lagu ini abadi melintasi generasi dan budaya.
4. Cornerstone
Lagu ini dengan cerdas mengemas lirik himne klasik ke dalam musik modern yang penuh kedalaman rasa.
Fokus utamanya adalah menjadikan Yesus sebagai batu penjuru yang kokoh saat dunia di sekitar terasa goyah. Karakter lagunya yang tenang namun tegas sangat menguatkan jemaat yang sedang melewati masa-masa sulit atau penuh ketidakpastian.
5. Who You Say I Am
Sebuah lagu penuh sukacita yang berbicara tentang identitas baru, kebebasan, dan kepemilikan di dalam Kristus.
Alih-alih mendasarkan harga diri pada pencapaian duniawi, lagu ini dengan lantang mendeklarasikan bahwa setiap orang percaya adalah anak-anak Allah yang merdeka dari rasa bersalah dan ketakutan.
6. King Of Kings
Lagu ini layaknya sebuah pengakuan iman (creed) yang dinyanyikan. Liriknya merangkum narasi agung sejarah kekristenan, mulai dari penciptaan, peristiwa salib, kebangkitan, lahirnya gereja, hingga pengharapan eskatologis.
Musiknya dimulai dengan kesederhanaan yang khusyuk sebelum akhirnya bertumbuh menjadi pujian yang agung.
7. Hosanna
Membawa atmosfer kebangkitan spiritual, lagu ini dibuka dengan visi kedatangan Raja Kemuliaan yang penuh belas kasihan.
Bagian paling menyentuh dari lagu ini terletak pada bait komitmennya (bridge), di mana penyanyi berdoa agar hatinya disembuhkan, matanya dicelikkan, dan hidupnya diubahkan untuk mengasihi apa yang Tuhan kasihi.
8. Still
Berbeda dengan lagu-lagu bertema kemenangan, lagu ini justru menyediakan ruang teduh untuk berserah di tengah badai kehidupan.
Menggunakan metafora berlindung di bawah kepak sayap Tuhan, melodinya yang lembut dan tenang menuntun jiwa untuk menemukan kedamaian psikologis dan spiritual saat menghadapi kecemasan atau duka.
9. This I Believe (The Creed)
Di tengah tren musik yang kerap menonjolkan emosi personal, lagu ini berdiri teguh pada kejelasan doktrin karena diadaptasi langsung dari Pengakuan Iman Rasuli.
Setiap baitnya dengan tegas menyuarakan iman kepada Allah Bapa, Putra, Roh Kudus, dan kebangkitan tubuh, mengubah teologi formal menjadi penyembahan yang hidup.
10. Broken Vessels (Amazing Grace)
Lagu yang sangat menyentuh ini mengawinkan potongan lirik lagu klasik Amazing Grace dengan konsep bejana yang pecah.
Lagunya menarasikan perjalanan emosional dari manusia yang hancur karena kelemahan, namun dikumpulkan kembali dan dipulihkan oleh anugerah Tuhan menjadi sesuatu yang baru dan indah.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.