Tribun

Festival Belanja Online Dimulai, China Ingatkan Penyebaran Covid-19 Bisa Lewat Kiriman Paket

China memperingatkan, paket yang berpotensi terkontaminasi virus corona tepat saat dimulainya festival belanja online (online shopping day) tahunan.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
Festival Belanja Online Dimulai, China Ingatkan Penyebaran Covid-19 Bisa Lewat Kiriman Paket
dok. Shopee
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Pihak berwenang China telah mengeluarkan peringatan tentang paket yang berpotensi terkontaminasi virus corona (Covid-19), tepat saat dimulainya festival belanja online (online shopping day) tahunan terbesar di negara itu.

Keputusan ini diambil Pemerintah China setelah tiga pekerja pada sebuah perusahaan kecil yang memproduksi pakaian anak-anak, dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut.

Dikutip dari laman Taipei News, Kamis (11/11/2021), pihak berwenang saat ini sedang menguji paket dan memantau orang-orang yang telah menangani pengiriman dan penerimaan paket belanja, setelah infeksi ditemukan di Haohui Ecommerce Co yang berbasis di Provinsi Hebei.

"Layanan pengiriman paket di dua kota di sana yakni Xinji dan Jinzhou, serta kota Shenze telah dihentikan," kata pemerintah China dalam pernyataan resminya.

Sekitar 300 paket telah diuji, semuanya kembali dinyatakan negatif terpapar.

Baca juga: APPBI: Kondisi Pusat Perbelanjaan saat Ini Masih Berat

Pengujian juga telah dilakukan di sebuah daerah kecil di Provinsi Guangxi, di mana 16 paket dari perusahaan itu dikirim dalam apa yang digambarkan oleh pihak berwenang sebagai 'rantai Covid-19'.

Baca juga: DAFTAR Promo Harbolnas 11.11: Panties Pizza, Shopee 11.11 hingga XiBoBa

Komisi kesehatan setempat mengatakan bahwa siapapun yang menyentuh parsel atau paket itu harus menjalani tes dan pemantauan Covid-19.

Peringatan terbaru muncul saat pembeli China mempersiapkan diri untuk 'Single's Day' pada hari ini, yakni festival belanja online terbesar di dunia yang diadakan oleh Alibaba Group Holding Ltd.

Baca juga: PROMO Harbolnas 11.11: The Body Shop Diskon hingga 70%, Payless Buy 1 Get 1

Tahun lalu, konsumen menghabiskan 74 miliar dolar Amerika Serikat (AS) hanya untuk platform belanja online Alibaba selama 11 hari festival.

Pesaing yang lebih kecil yakni JD.com melaporkan penjualan sebesar 40 miliar dolar AS selama jangka waktu yang sama. Namun, acara tahun ini tampaknya tidak akan sukses karena regulator menindak industri teknologi.

Alibaba mengatakan gala online Singles' Day hari ini akan disiarkan secara langsung karena meningkatnya wabah Covid-19 di beberapa wilayah di China.

Perusahaan menambahkan bahwa festival ini berfokus pada keberlanjutan (sustainability), mendukung amal dan inklusivitas.

Ini disebut sebagai tema yang selaras dengan tujuan iklim China dan seruan Presiden Xi Jinping untuk 'kemakmuran bersama' yang bertujuan mengekang ketidaksetaraan dan konsumsi berlebihan.

"Perayaan yang diredam tahun ini adalah badai sempurna dari tekanan ekonomi, persaingan, dan peraturan. Dalam hal regulasi, platform e-commerce mulai memahami bagaimana menyelaraskan ekstravaganza konsumsi dengan tema 'kemakmuran bersama'," kata Manajer Strategi Penelitian di lembaga konsultan yang berbasis di Shanghai, Agency China, Michael Norris.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas