Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Kondisi Jalan di Sumbar Aman untuk Tour de Singkarak

TRIBUNNEWS.COM - Tour de Singkarak akan digelar 1-6 Juni 2010 di Sumatera Barat (Sumbar).

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Harismanto

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Youngster Twin
TRIBUNNEWS.COM, PADANG
- Satuan Kerja (Satker) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Nasional Dinas Prasarana Jalan (Disprasjal) Sumbar, Erman Zaini memastikan kondisi jalan yang akan dilalui peserta Tour de Singkarak, aman dilalui. Tour de Singkarak akan digelar 1-6 Juni 2010 di Sumatera Barat (Sumbar).

Saat ini sudah ada 20 negara dari 25 tim  luar negeri yang menyatakan keikutsertaannya dalam Tour de Singkarak kedua tahun ini. Dari dalam negeri ada sebanyak 16 tim, termasuk tuan rumah Sumbar.

Saat ini pihaknya sudah memasuki finalisasi perbaikan, seperti penambalan pada badan jalan yang berlobang sehingga nyaman dilalui peserta. "Menjelang hari "H" kondisi jalan sudah baik, ada beberapa ruas jalan kita beri aspal baru, ada juga cukup hanya ditambal pada bagian yang berlombang," ujar Erman.

Dikatakan Erman, ruas jalan yang mendapat perhatian khusus hanya di selingkaran Danau Singkarak, tepatnya ke arah Sumani, Kabupaten Solok sepanjang 2,5 kilometer. Kawasan jalan tersebut memang sedikit mengalami kerusakan pascagempa.

"Namun ini sudah kita tangani dan saat ini aman untuk dilalui peserta nantinya," ujarnya.

Erman mengatakan khusus ruas jalan di kawasan "Kelok 44" yang menjadi ikon dari Tour de Singkarak akan mendapat perhatian khusus dari Disprasjal. Selain menambah aspal pada bahu jalan, terutama di setiap tikungan tajam, beberapa petugas juga akan ditempatkan untuk menjaga ruas jalan tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar, James Hellyward mengatakan kelok 44 akan menjadi ukuran kematangan dan pengalaman seorang pembalap dalam Tour de Singkarak II. Dengan kontur rute yang spesifik dan berat, setiap pembalap akan diukur nyalinya menghadapi tantangan tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita sengaja 'jual' kelok 44, seorang pembalap belum pantas dianggap juara sejati jika tak mampu menaklukan kelok 44," ujar James.

Selain lomba balap yang menjadi kegiatan utama dari Tour de Singkarak, kata James, dalam ajang kedua lomba balap sepeda tingkat internasional ini juga akan diselenggarakan berbagai atraksi wisata dan juga lomba foto yang diikuti peserta dari luar negeri. Selain itu juga lomba paralayang dan iven-iven wisata lainnya. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas