Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Komisi Keselamatan MotoGP: Kematian Simoncelli adalah Takdir

"Kami tidak memiliki kekuatan untuk melawan takdir. Saat itu datang, tak ada yang bisa dilakukan," kata Uncini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, SEPANG – Perwakilan komisi keselamatan Motogp, Franco Uncini, mengungkapkan, Marco Simoncelli merupakan salah satu pembalap yang punya kontribusi penting dalam keselamatan para pembalap saat berlomba.

Benturan langsung dan sangat keras dengan dua motor Colin Edwards dan Valentino Rossi yang tengah melaju dalam kecepatan tinggi, menyebabkan Simoncelli tewas. Cedera parah di kepala, leher, dan dada akhirnya merenggut nyawa Super Sic di Sirkuit Sepang, Ahad (23/10/2011) petang WIB.

Tragedi memilukan tersebut jelas menjadi pukulan telak bagi dunia balap, khususnya Motogp. Prosedur mengenai keselamatan para pebalap saat balapan pun kembali dipertanyakan agar insiden yang dialami Simoncelli tidak terulang.

Uncini yang juga pernah mengalami crash dan hampir merenggut nyawanya pada 1983 saat penyelenggaraan di TT Assen mengatakan, tragedi yang dialami pembalap berambut kribo itu tidak bisa dicegah.

"Saya pikir kami telah berusaha melakukan yang terbaik untuk urusan keselamatan, dan kami sangat yakin itu. Sayang kami tidak memiliki kekuatan untuk melawan takdir. Saat itu datang, tak ada yang bisa dilakukan," kata Uncini.

"Mengenai urusan keselamatan, di sirkuit tersebut sudah sesuai dengan permintaan kami soal batas-batas keselamatan. Apa yang terjadi adalah kecelakaan seperti kebanyakan. Satu-satunya masalah adalah jarak pembalap satu dengan lainnya sangat dekat, jadi dua pebalap lain datang dan menghantam kepala dan leher Marco. Itu yang menjadikan kecelakaan tersebut begitu dramatis."

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Bolanews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas