Amir Khan Tunangan di Stadion Bolton Wanderers
Amir Khan, Petinju Inggris keturunan Pakistan meminang kekasihnya, Faryal Makhdoom di stadion sepak bola Reebok.
Editor:
Ade Mayasanto
Laporan Wartawan Tribunnews.com Deny Budiman
TRIBUNNEWS.COM - MANTAN juara dunia tinju kelas Welter WBA dan IBF, Amir Khan tahu benar bagaimana cara membahagiakan kekasihnya. Petinju Inggris keturunan Pakistan berusia 25 tahun ini meminang kekasihnya, Faryal Makhdoom dalam acara pertunangan termegah di hadapan seribu undangan di stadion sepak bola Reebok, markasnya klub premier league, Bolton Wanderes. Acara pertunangan itu konon menghabiskan biaya sekitar Rp 2,1 miliar.
"King Khan" demikian julukan petinju bergaya ortodoks ini kehilangan sabuk juara kelas Welter WBA dan IBF setelah kalah angka kontroversial dari Lamont Peterson pada 10 Desember tahun lalu. Petinju yang punya rekor 28 kali bertanding dengan 26 menang, dan dua kali kalah ini pun menggaungkan rencana untuk re-match.
Nah, di tengah kesibukan latihan untuk tarung-ulang, Khan rupanya ingin terlebih dulu menyelesaikan urusan cintanya. Ia bertunangan dengan Faryal Makhdoom, perempuan cantik berusia 20 warga Amerikat asal Pakistan yang tinggal di New York.
Faryal tampak jelita dengan balutan gaun khas ala Pakistan warna merah marun. Rambutnya yang bergelombang dibiarkan terurai. Sementara Amir Khan terlihat gagah dengan setelah jas warna gelap.
Tiga berlian berukuran besar melingkari jari Faryal sebagai kado pertunangan. Tiga berlian itu keseluruhannya mencapai harga 100 ribu pound atau sekitar Rp 1,4 miliar.
"Hampir setiap orang mengatakan kepadaku betapa cantiknya kekasihku. Itu pasti membuat banyak orang jadi cemburu. Tapi, Faryal sangat rendah hati. Setiap orang yang bertemu dengannya pasti akan jatuh cinta. Ia memang bukan dewi dari surga, tapi ia yang jelas sangat memesona," kata Khan dikutip dari Daily Mirror.
Faryal sendiri mengaku sebagai orang yang memegang teguh ajaran tradisional Pakistan. "Saya sangat dekat dengan keluarga sekalipun saya lahir dan besar di New York. Saya tak suka dugem, dan lebih memilih menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga," ujarnya.
Tak disebutkan bagaimana sepasang kekasih ini bertemu, dan kemudian memadu kasih. Yang jelas, Faryal mengaku tak keberatan meninggalkan gemerlap kota New York, dan menemani tunangannya di Bolton. Amir Khan sendiri berencana mengenalkan segala aspek dari kota Bolton kepada tunangannya tersebut.
"Saya akan mengenalkannya dengan berbagai makanan khas di sini, dengan ikan, kentang, dan daging goreng. Bahkan mungkin dengan es krim jika ia beruntung! Saya juga akan merayunya agar bersedia datang ke stadion untuk menonton saat Bolton bertanding," kata Khan yang dikenal sebagai pendukung klub premier league, Bolton Wanderers ini.
Salah satu kesulitan Faryal untuk beradaptasi dengan Bolton adalah faktor bahasa. Sebagai orang yang seumur hidup tinggal di New York, ia terbiasa mendengarkan orang bicara dengan aksen Inggris-Amerika. Kini, ia mengalami kesulitan saat mendengar orang-orang dari kota tekstil itu, termasuk juga tunangannya, berbicara kepadanya dengan aksen Inggris yang kental.
"Awalnya, saya benar-benar tak mengerti saat Amir Khan bicara. Saya tak terlalu sulit untuk mengerti jika orang-orang bicara dengan aksen Inggris London. Namun saat bicara dengan orang-orang di sini saya benar-benar surprise, mereka seperti bukan bicara dalam bahasa Inggris," kata perempuan jelita ini.