Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
Live
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Indonesia Gelar Equestrian Nomor Show Jumping

Federasi Equestrian Indonesia (EFI) optimistis atlet berkuda Indonesia bisa masuk tiga besar

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Toni Bramantoro
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Ketua EFI Irvan Gading mengaku gembira Indonesia bisa kembali menggelar equestrian nomor show jumping atau halang rintang.

"Selama ini kita selalu kesulitan jika ingin mengikuti kejuaraan halang rintang di luar negeri. Kuda-kuda dari Indonesia tidak bisa langsung ke negara-negara Eropa. Harus melalui negara kedua seperti Malaysia sehingga butuh biaya lebih besar," kata Irvan Gading ditemui disela-sela kualifikasi APM FEI World Cup Jumping SEA League yang digelar di Depok, Minggu siang (20/5/2012).

"Sebagai solusinya, EFI menggelar berbagai kejuaraan jumping internasional di Indonesia," tambah suami dari atlet berkuda nasional Larasati Gading itu.

Tahun ini Indonesia mendapat jatah menggelar kualifikasi APM FEI World Cup Jumping SEA League pertama hingga ketiga.

Ketua Panpel FEI World Cup Jumping Qualifier Triwati Marciano Norman mengatakan bahwa para juara dari ketiga sesi kualifikasi nomor berkuda jumping atau halang rintang itu tidak otomatis lolos ke grand final.

"Nilai mereka dari tiga sesi kualifikasi akan diadu dengan nilai yang dikumpulkan oleh peserta yang mengikuti tiga sesi kualifikasi di Malaysia dan Thailand," ungkap Triwati Marciano Norman.

Dikatakan oleh Triwati Marciano Norman, dari sembilan kualifikasi di Indonesia, Malaysia, dan Thailand akan diambil untuk mengikuti grand final zona Asia Tenggara. Sang juara berhak tampil di final Piala Dunia Equestrian di Eropa bulan April 2013. Tahun 1997, menurut ketua panpel FEI World Cup Jumping Qualifier Triwati Marciano Norman, Indonesia mampu menempati posisi teratas. Sedangkan pada 1999 di zona tiga besar.

Rekomendasi Untuk Anda

"Melihat peta kekuatan di Asia Tenggara saat ini, saya optimistis Indonesia bisa berada di zona tiga besar, dari tiga kualifikasi di Indonesia kontestan dari Indonesia diharapkan bisa meraih nilai bagus." kata Triwati Marciano Norman.

Hal senada dilontarkan Sekjen EFI Rafiq Radinal. Kata dia, dari dua kualifikasi yang sudah digelar di Indonesia, kualitas atlet equestrian Indonesia tergolong bagus dengan tingkat kesalahan kecil dan catatan waktu yang juga cepat.

Sementara itu, pada kualifikasi kedua di Arthayasa Stabel di Depok, kemarin, Bjorn Kuwert tampil sebagai juara pertama. Menunggang kuda Quifilio, atlet dari tim APM Riding School ini berhasil melompati seluruh rintangan setinggi 140-145 sentimeter dengan mulus dengan catatan waktu 72,74 detik.

Posisi kedua ditempati Brayen Brata-Coolen. Andalan tim FALCO-BEC ini menunggang kuda Chris De Rose melakukan empat kesalahan saat melompat dan membuat catatan waktu 72,81 detik. Ferry Wahyu Hadiyanto dari tim Arthayasa Stable menunggangi kuda Zandor. Dia menempati urutan ketiga dengan catatan waktu 76,37 detik dan melakukan empat kesalahan.

Kendati menempati posisi ketiga di kualifikasi kedua, Ferry Wahyu memimpin klasemen umum sementara. Pada kualifikasi pertama pekan lalu, Ferry menjadi juara pertama dengan catatan waktu 42,68 detik dan tanpa kesalahan.

Di kualifikasi pertama Ferry mengumpulkan sembilan poin, sehingga ditambah dengan lima poin yang dia dapat kemarin maka total poinnya 14.

Atlet APM Riding Shcool Kurniadi Mustopo di urutan kedua dengan delapan poin dan menunggang kuda Lund Star . Diikuti Ardi H. Hamidjojo (La Belle/APM Riding School) di urutan ketiga dengan dua poin.

Menurut Triwati, kualifikasi ketiga akan digelar Tirthayasa pekan depan dan memperebutkan total hadiah uang Rp 142 juta serta trofi Piala Menpora.

Simak juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas