Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Sony Dwi Kuncoro Pinggangnya Masih Terasa Nyeri

Sony Dwi Kuncoro tak mau jumawa dalam menghadapi Djarum Indonesia Open 2012 dengan tetap fokus setiap kali bertanding.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Iwan Taunuzi
Editor: Toni Bramantoro

Laporan wartawan Tribunnews.com, Iwan Taunuzi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Salah satu atlet bulutangkis kebanggaan Indonesia, Sony Dwi Kuncoro baru saja memenangi Thailand Open 2012. Akan tetapi, ia tak mau jumawa dalam menghadapi Djarum Indonesia Open 2012 dengan tetap fokus setiap kali bertanding.

Usai mengalahkan pebulutangkis India, Anand Pawar pada babak kualifikasi, Sony langsung mengubur dalam-dalam prestasi yang baru saja diraihnya.

"Alhamdulilah saya menang di Thailand Open (2012), tapi di sini (Indonesia Open 2012). Saya mulai dari awal. Tidak ada rasa sombong. Dan saya tetap berusaha semaksimal mungkin," katanya di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (12/6/2012).

Terhitung sejak 2010 hingga 2012 prestasi Sony terus menurun akibat cidera yang dialaminya. Akan tetapi, Sony mengaku tidak putus asa. Dengan tekad yang kuat, ia terus melakukan terapi dan giat berlatih, sampai akhirnya bisa bersaing di Malaysia Open bahkan menjadi sang juara di Thailand Open.

"Kalau dibilang sembuh (total) ya semua bertahap. Tapi saya paksa terus main dan ternyata bisa," bebernya.

Lebih lanjut, ia mengatakan masih mengalami sedikit gangguan di bagian pinggangnya. Namun, ia enggan mengecewakan pecinta bulutangkis Indonesia. Ia pun berjanji akan memberikan yang terbaik bagi Merah-Putih.

Rekomendasi Untuk Anda

"Yang penting main maksimal," tutur Sony.

Semangat yang diusung Sony juga terkait dengan apa yang dia alami selama kurun waktu dua tahun belakangan. Dimana, namanya jarang terdengar dibeberapa ajang internasional. Kini, nama Sony kembali melejit setelah Thailand Open dan akan mempertahankan sekuat demi memberikan prestasi-prestasi selanjutnya.

"Saya tidak mau mengalami apa yang saya alami dulu. Setelah naik, langsung turun, berat perjuangannya. Tapi saya tekun, saya bukan diam. Saya terus latihan selangkah demi selangkah. Dan pretasi saya bukan hanya kebetulan, itu hasil kerja keras saya," papar Sony.

Baca juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas