Tribun Sport

Olimpade 2012

Pelatih Malaysia: Ganda Putra Indonesia Bukan Ancaman

Kubu Malaysia sudah menabuh genderang perang urat syaraf jelang penyelenggaraan Olimpiade London 2012.

Penulis: Glery Lazuardi
Pelatih Malaysia: Ganda Putra Indonesia Bukan Ancaman
zimbio
Mohammad Ahsan/Bona Septano 

TRIBUNNEWS.COM – Kubu Malaysia sudah menabuh genderang perang urat syaraf jelang penyelenggaraan Olimpiade London 2012. Pelatih ganda tim jiran, Tan Kim Her menyebut, pasangan ganda Indonesia Mohammad Ahsan-Bona Septano bukan ancaman berarti yang harus diwaspadai di London nanti.

"Ahsan-Bona cukup bagus. Tapi mereka tak pernah konsisten. Sudah jadi pengetahuan umum, keduanya bakal dipecah usai Olimpiade nanti," kata Kim Her dikutip dari The Star online, kemarin.

"Performa mereka belakangan ini juga tak terlalu baik. Dan saya menilai keduanya bukan ancaman utama di London. Yang harus kita waspadai justru dua pasangan ganda China, Korea Selatan, dan Denmark," kata Kim Her.

Di ajang Indonesia Open lalu, pasangan Ahsan-Bona tumbang di babak pertama dari pasangan ganda nomor dua Malaysia, Hoon Thien How-Tan Wee Kiong.

Untuk Olimpiade mendatang, Malaysia sendiri menurunkan pasangan Koo Kien Keat-Tan Boon Heong. Dengan pasangan ganda ini, Ahsan-Bona masih unggul head to head 3-2.

Sepanjang sejarah bulutangkis di pertandingan Olimpiade 20 tahun silam, sektor ganda putra selalu menjadi andalan bagi kontingen Indonesia untuk merebut medali emas.

Sejak Olimpiade Barcelona 1992, Indonesia sudah meraih tiga medali emas dari lima kali gelaran Olimpiade. Ricky Subagja-Rexy Mainaky meraih medali emas di Atlanta 1996, Tony Gunawan-Chandra Wijaya menyabet emas di Sydney 2000, dan Markis Kido-Hendra Setiawan mengibarkan bendera merah putih di pucuk tertinggi di Beijing 2008.

Dominasi Indonesia di ganda putra hanya tertandingi oleh Korea Selatan. Masing-masing melalui Kim Moon-soo-Park Joo-bong yang juara di Barcelona pada 1992, dan Ha Tae-kwon-Kim Dong-moon yang juara di Athena 2004.

Olimpiade kali ini, Indonesia hanya mengandalkan Ahsan-Bona. Pasalnya, pertama kali dalam sejarah olimpiade, juara bertahan, Markis Kido- Hendra Setiawan tak berpartisipasi karena gagal di kualifikasi.

Kendati dipandang sebelah mata, Ahsan-Bona yang menduduki peringkat enam dunia ini tetap mengusung optimisme tinggi. "Walaupun saya dan Bona tidak diunggulkan untuk meraih medali emas, tetapi selama masih ada keyakinan, maka tidak ada yang tidak mungkin," kata Ahsan di acara pelepasan kontingen Indonesia untuk Olimpiade London 2012 di Kediaman Duta Besar Inggris, Jl Teuku Umar 72-74 Menteng, Jakarta, Senin (16/7/2012).

"Persiapan sampai saat ini sudah maksimal. Saya sudah melakukan semua persiapan mulai dari fisik, tenaga, dan kesiapan mental untuk berlaga di Olimpiade London," ujarnya lagi.

Ia menyebutkan, dalam setiap pertandingan internasional maupun di Olimpiade, lawan kuat yang akan dihadapi datang dari Malaysia, China, Denmark, Korsel dan Jepang. "Tapi yang lebih penting lagi adalah persiapan kita sendiri. Kalau sudah optimal, siapa pun lawannya nanti tak akan jadi persoalan," katanya. (Tribunnews/den/gle)

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas