Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Subhan Aksa Ekstra Waspada di Markas Tentara

Pereli Indonesia, Subhan Aksa mengaku harus sangat berhati-hati ketika bertarung pada seri ke-empat FIA 2012

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Deodatus Pradipto
Editor: Toni Bramantoro

TRIBUNNEWS.COM, FRANKFURT - Pereli Indonesia, Subhan Aksa mengaku harus sangat berhati-hati ketika bertarung pada seri ke-empat FIA 2012 PWRC (Production World Rally Championship) di Trier, Jerman, Jumat (24/8/2012) hingga Minggu (26/8/2012).

Subhan menaruh perhatian khusus pada kawasan markas tentara.Memasuki seri ke-empat di Jerman, Subhan Aksa memiliki modal bagus. Subhan selalu naik podium di dua seri terakhir di Argentina dan Selandia Baru. Subhan pun nangkring di posisi ke-tiga klasemen sementara.

Namun, di reli Jerman, Subhan tak berani berjanji bisa kembali ke podium kecuali berharap bisa finis di kelompok lima besar. Itulah prakiraan sementara setelah ia dan sang navigator, Jeff Judd (Selandia Baru) melakoni survey Rally Jerman sepanjang 900 km sejak Selasa (21/8/2012) hingga Rabu (22/8/2012).

“Sejak awal kami menilai reli Jerman jadi tantangan tersendiri. Mayoritas lintasannya aspal dan itu adalah pengalaman pertama saya setelah bertahun-tahun hanya melahap rute-rute gravel,” kata Subhan yang tiba di Frankfurt, Jerman, pada 19 Agustus dan melakukan Shalat Ied bersama warga Indonesia di Konjen RI Frankfurt.

Dua hari survey itu benar-benar jadi pengalaman baru buatnya. Banyak hal yang harus diubah di lintasan aspal, antara lain gaya mengemudi pria yang akrab disapa Ubang itu. Teknik mengendalikan setir dan perpindahan gigi sangat berbeda dibandingkan reli di lintasan gravel. Begitu pun pacenote (panduan), sedikit berubah agar lebih presisi terutama di beberapa area yang jalan di depannya tak terlihat.

“Intinya, akan sangat tak mudah melalui reli ini meski memang kelihatannya gampang karena di lintasan aspal. Sedikit saja salah bisa fatal. No margin for error. Kecepatan mobil pasti lebih kencang dibandingkan rute gravel, ” kata Subhan berdasarkan rilis yang diterima Tribun.

Dari keseluruhan rute yang disurvei, Subhan menggarisbawahi dua wilayah yang kewaspadaan ekstra saat mengendalikan Mitusubishi Evo X-nya. Pertama adalah kawasan Baumholder yang merupakan markas dan arena latihan pasukan tank Angkatan Darat Jerman. Karakter lintasannya sangat unik, perpaduan aspal mulus licin, lintasan beton yang biasa dilalui tank, dan sedikit trek gravel berdebu.

Rekomendasi Untuk Anda

“Agak sulit menentukan set up mobil di lintasan campuran seperti itu. Apalagi di seputar lintasan bertebaran batu-batu beton raksasa yang menjadi alat latihan tentara Jerman di kawasan ini. Lintasannya ada yang mulus dan kasar, ada yang lebar dan banyak juga yang sempit,” cerita Subhan yang saat survey sempat terkesan karena melaju bersebelahan dengan tank tentara Jerman.

Kawasan lain yang diantisipasi secara khusus adalah Mosel, area perkebunan anggur terbesar di Jerman. Jalanan di sela-sela pohon anggur itu sangat sempit, hanya untuk satu mobil. Di sini butuh konsentrasi 100% lebih jika tak ingin mobil nyungsep menabrak pohon anggur yang meski kecil tapi bisa berakibat parah pada mobil.

“Saya dan Jeff sudah merancang strategi di masing-masing SS berdasarkan hasil survey kemarin. Kita lihat hasil 6 SS awal pada Jumat esok. Mudah-mudahan bagus sehingga bisa berharap lebih pada dua hari sisanya,” tutup pereli Bosowa Rally Team ini.

Sementara itu, dukungan besar juga datang dari penduduk Indonesia yang bermukim di Jerman dengan memastikan untuk hadir pada setiap start dibeberapa SS. Subhan mengharapkan dukungan masyarakat Indonesia agar ia dapat memberikan performa terbaik. “Kita akan coba fokus untuk menyelesaikan musim ini dengan bagus dan mudah-mudahan bisa kembali tahun depan,” katanya dengan optimis.

Baca juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas