Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun Sport
LIVE ●
tag populer

Eqina Diminta Menpora Agar Jalankan Program

Roy Suryo mempersilakan Equestrian Indonesia (Eqina) untuk melanjutkan program pembinaannya.

Penulis: Toni Bramantoro

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga KRMT Roy Suryo Notodipuro mempersilakan Equestrian Indonesia (Eqina) untuk melanjutkan program pembinaannya.

"(Eqina) silakan jalan terus, lakukan yang terbaik dalam meningkatkan kemampuan atlet," tutur Roy Suryo di ruang kerjanya, Senin (6/5/2013).

Roy Suryo menerima kunjungan pengurus teras Eqina yang diserta pimpinan PP Pordasi. Roy Suryo sebelumnya menghadiri sekaligus membuka resmi kejuaraan Jateng Masters, yang digelar Eqina 26-28 April di Arrowhead Riding Horse Club, Salatiga.

Pada kesempatan itu, Roy Suryo menyatakan siap menerima saran atau masukan-masukan dari Eqina, terkait perpecahan yang terjadi di tubuh equestrian. Saat menerima kedatangan pimpinan Pordasi dan Eqina, Senin sore, Roy Suryo menegaskan kembali kesiapannya untuk menyelesaikan 'kemelut' yang melanda komunitas equestrian ini.

Roy Suryo memberi apresiasi atas kehadiran Ketua Umum PP Pordasi Chaidir 'Eddy' Saddak, ketua komisi peternakan Pordasi Soehadji, ketua Pengprov Pordasi DKI Jaya Alex Asmasoebrata, ketua Umum Eqina Jose Rizal Partokusumo, sekjen Eqina Ardi Hapsoro Hamidjoyo, dan Wijaya Noeradi.

Soehadji yang ketua komisi peternakan dan kesehatan hewan, yang merupakan tokoh berkuda paling senior sekarang ini, menguraikan sejarah berdirinya Pordasi, serta dinamikanya. Pordasi berdiri pada 1966. Saat ini, Pordasi memayungi empat disiplin cabang, yakni equestrian, pacuan, polo dan ternak. Komisi equestrian mulai masuk pada 1972 saat Pordasi dipimpin oleh Mayjen Soehandjono.

Sejak saat itu pula, komisi equestrian berafiliasi ke Federation Equestre International (FEI) yang bermarkas di Lausanne, Swiss.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kegiatan equestrian di Indonesia lahir dan dibesarkan oleh Pordasi, khususnya keterkaitan dengan organisasi internasional," papar Soehadji.

Oleh karena itu, kata Soehadji, terkait perpecahan yang terjadi diantara komunitas equestrian nasional, mestinya Pordasi harus terus dilibatkan dalam penyelesian permasalahannya. Jose Rizal Partokusumo, ketua umum Eqina, menambahkan, penyelesaian masalah 'dualisme' pembinaan equestrian ini sebaiknya dikembalikan kepada komunitas equestrian sendiri.

"Biarlah masyarakat equestrian yang menyelesaikannya," jelas Jose Rizal.

Menurut Ardi Hapsoro Hamidjoyo, FEI sebenarnya tidak pernah menghendaki diberikannya 'mandat' sebagai 'National Federation/NF' kepada EFI. Sementara itu, setelah sukses mementaskan tiga 'event', Eqina segera menggelar dua kejuaraan lagi. Pada 24-26 Mei, digelar Albert Evert Kawilarang Memorial II, di Nusantara Polo Club (NPC), klub polo milik Prabowo Subiyanto yang berada di dalam kompleks padang golf Jagorawi, Cibinong.

Berikutnya, digelar Kejuaraan Piala Kapolri, pada 14-16 Mei, di Ditpolsatwa Baharkam Polri stable, Kelapa Dua, Depok. Menyambut AEK Memorial II, Ardi Hapsoro Hamidjoyo Senin siang meninjau Nusantara Polo Club (NPC) dan bertemu langsung dengan Prabowo Subiyanto yang juga pelindung Pordasi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas