Keunikan Anantya Riding Club
Pelaksanaan pelatihan terpadu EQINA di Anantya Riding Club, Gunung Putri berakhir Minggu
Editor:
Toni Bramantoro
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelaksanaan pelatihan terpadu EQINA di Anantya Riding Club, Gunung Putri, yang digelar sejak Jumat dan berakhir Minggu (24-26/5/2013) banyak menuai pujian.
Sanjungan terutama dikaitkan dengan kondisi 'venues' dari kegiatan pelatihan itu sendiri, dan keunikan atau kekhasan dari Anantya Riding Club. Berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektar, yang kelak akan dilengkapi dengan 'clubhouse' dengan perangkat 'fitness-centre', pusat pelatihan equestrian ini dimiliki oleh Yusmin suwoko, pengusaha berusia 38 tahun. Anantya menjadi satu-satunya perkumpulan atau stable equestrian yang memiliki konsep 'therapeutic reading', semacam proses pelatihan untuk anak-anak berkebutuhan khusus.
"Ini adalah cermin dari kepedulian luar biasa Yusmin Suwoko pada anak-anak kerkebutuhan atau 'berkepribadian khusus', misalnya autis. Anak sulung Yusmin, yakni Bryan Suwoko (9), mengidap autis. "Dia sudah senang berkuda sejak usia lima tahun," ungkap Yusmin. Bryan sesekali datang berlatih ke Anantya, yang baru dibangun Yusmin Suwoko tahun 2011 lampau.
"Anak-anak saya sebelumnya juga tinggal lama di Singapura. Kalau di sana bahkan ada tempat latihan berkuda secara simulasi," papar Yusmin.
Nama Anantya diambil dari nama tengah anak keduanya, Jerome Anantya Suwoko (7).
"Jeje juga senang kuda, tadi pagi dia ikut naik," kata Yusmin, tentang anak keduanya.
Meski memiliki stable yang tengah 'naik daun', dan memiliki banyak "members' dengan 50-an orang yang berlatih, Yusmin selektif memilih kuda. Saat ini dia punya tiga ekor kuda, salah satunya 'wise guy' yang menjadi tunggakan Rahmat Natsir, yang juga 'rider' andal EQINA. Kuda impornya, Taprika yang asal Australia, kini sedang hamil.