Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Tim Tenis Meja Indonesia Gagal Perbaiki Peringkat

Partisipasi tim Indonesia di Kejuaraan Dunia Tenis Meja 2014 yang berlangsung sejak 28 April lalu dan berakir Senin (5/5) ini di Tokyo

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Toni Bramantoro
zoom-in Tim Tenis Meja Indonesia Gagal Perbaiki Peringkat
zimbio.com
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partisipasi tim Indonesia di Kejuaraan Dunia Tenis Meja 2014 yang berlangsung sejak 28 April lalu dan berakir
Senin (5/5) ini di Tokyo, Jepang, memprihatinkan. Target atau keinginan untuk perbaikan peringkat tidak terpenuhi. Tim putra tetap bertahan di Divisi II, sementara tim putri di Divisi III.

Dalam pertandingan terakhirnya di divisi II, tim putra Indonesia harus menyerah 1-3 pada Argentina pada penentuan posisi 37-48.

Sementara di tim putri, juga kalah 1-3 dari Selandia Baru dalam penentuan posisi 49-60 di divisi III. Menuju kejuaraan dunia tenis
meja 2014 ini, tim putra Indonesia menempati peringkat 41, sementara tim putrinya di urutan 46.

Para pemain putra yang menjadi andalan di Tokyo adalah Yon Mardiono, Gilang Maulana dan Akhmad Dahlan Haruri, sementara pemain putrinya
Mira Fitria, Rina Sintya dan Stella Priska Palit.

Di kelompok putra, di penyisihan grup pertama divisi II ini Yon Mardiono dkk bergabung dengan Ceko, Nigeria, Belgia, Kanada, dan
Bosnia. Yon Mardiono dkk berturut-turut menyerah 0-3 pada Nigeria dan Ceko, mengalahkan Bosnia 3-2, walau kemudian harus mengakui
keunggulan Kanada dan Belgia juga dengan skor sama, 1-3.

Di kelompok putri, tim Indonesia di penyisihan grup pertama bergabung dengan Republik Dominika, Kirgistan, Kongo, Moldova dan Kosovo. Trio
Mira Fitra, Rina Sintya dan Stella Priska berturut-turut menang 3-0 atas Dominika dan Kirgistan.

Setelah menang 3-2 atas Kongo, tim putri Indonesia harus menyerah 2-3 pada Moldova, walau kemudian kembali bangkit dengan menundukkan Kosovo 3-0 untuk menempati posisi 'runner-up' grup.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, tim putri Indonesia kemudian harus mengakui keunggulan Selandia Baru 1-3 di penyisihan grup kedua atau penentuan posisi 49-60
divisi III.

Bertepatan dengan kejuaraan dunia tenis meja yang digelar di Yoyogi Stadium dan Tokyo National Stadium, dilangsungkan juga pertemuan
tahunan Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF). Namun, sulit memperoleh keterangan apakah delegasi Indonesia mengikuti pertemuan
tersebut.

Diantara delegasi Indonesia yang semula berencana mengikuti pertemuan ini adalah Anton Suseno dan Peter Layardi, masing-masing
sekjen dan wakil sekjen dari PB PTMSI pimpinan Marzuki Alie. Keduanya sejak awal bersikap muluk untuk mengusulkan Indonesia menjadi tuan
rumah kejuaraan dunia tenis meja 2017. (tb)

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas