Tontowi/Liliyana Konsentrasi Penuh di Indonesia Open Superseries Premier 2014
Pasangan yang sudah hampir empat tahun dipasangkan itu belum pernah meraih gelar juara di Indonesia Superseries Premier 2014.
Penulis:
Murtopo
Editor:
Dewi Pratiwi
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Juara dunia bulutang nomor ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mengaku ingin konsentrasi penuh untuk tampil maksimal di ajang BCA Indonesia Open Superseries Premier 2014.
Meski sudah melanglang buana dan meraih gelar di ajang All England dan Kejuaraan Dunia tapi keduanya belum mampu menorehkan gelar di ajang bulutangkis paling bergengsi di Indonesia tersebut.
Bahkan Butet, sapaan akrab Liliyana Natsir, mengaku sangat penasaran dengan turnamen tersebut. Pasangan yang sudah hampir empat tahun dipasangkan itu belum pernah meraih gelar juara.
Mereka hanya mampu mencapai final di turnamen tersebut masing-masing tahun 2012 dan 2013. Dan di ajang BCA Indonesia Open Superseries premier 2014 yang juga didukung Djarum Foundation dan akan digelar di Istora Gelora Bung Karno 17-23 Juni mendatang mereka bertekat meraih gelar juara.
"Saya penasaran di turnamen ini. Dua kali masuk final tapi belum berhasil meraih gelar juara. Mengambil pengalaman di dua tahun terakhir, saat ini kami tidak ingin terlalu terbebani. Tapi fokus harus lebih di turnamen ini. Mudah-mudahan bisa berhasil tahun ini," ujar Butet.
Sementara menurut Tontowi Ahmad, untuk saat ini fokusnya paling utama memang ke ajang ini. Dia bahkan tidak memikirkan ajang Kejuaraan Dunia.
"Saat ini kami benar-benar fokus ke Indonesia Open. Kalau kejuaraan dunia itu nanti," ujar Tontowi Ahmad.
Menurutnya saat ini dia dan Liliyana tinggal memaksimalkan permainannya di Indonesia Open.
"Target kami ingin juara di turnamen ini. Ada motivasi lebih untuk bisa menang di negara sendiri," ujar Tontowi.
Sementara itu Sekretaris Jendral PP PBSI, Anton Subowo mengatakan bahwa level turnamen BCA Indonesia Open Superseries Premier 2014 sama dengan Kejuaraan Dunia, sehingga PP PBSI tetap menaruh target gelar juara di turnamen tersebut kepada para atlet-atletnya.
"Kejuaraan ini sudah mendapatkan penghargaan dari BWF sebagai turnamen dengan penyelenggaraan dan partisipasi penonton terbaik. Selain itu kami juga ingin para atlet kita bisa berprestasi di ajang ini. Di tiga tahun terakhir hanya ada satu gelar juara yang mampu diraih atlet kita," ujar Anton Subowo.
Baca tanpa iklan