Tribun Sport

Angkat Raketmu Tidak Menemui Kendala Berarti

Coca-Cola tidak menemui kendala yang berarti dalam menggerakkan Angkat Raketmu

Penulis: Deodatus Pradipto
Editor: Toni Bramantoro
zoom-in Angkat Raketmu Tidak Menemui Kendala Berarti
/DANY PERMANA
Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia Gita Wirjawan (kiri) melakukan pertandingan eksibisi Bulutangkis bersama Presiden Direktur Coca Cola Indonesia Martin Gil melawan mantan atlit Bulutangkis Nasional Rexy Mainaky dan Ricky Subagja dalam acara pencanangan Gerakan Angkat Raketmu di Taman Langsat, Jakarta, Selasa (22/10/2013). Kegiatan yang didukung Coca Cola tersebut diselenggarakan dengan tujuan untuk menghidupkan kembali semangat nasionalisme dan semangat juara melalui kecintaan pada Bulutangkis. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTACoca-Cola tidak menemui kendala yang berarti dalam menggerakkan Angkat Raketmu. Gerakan ini justru mendapat animo yang tinggi dari masyarakat Indonesia.

Hal tersebut diutarakan Andrew Hallatu, Media Relations Manager Coca-Cola Indonesia saat peluncuran Angkat Raketmu di Cilandak Town Square, Jumat (31/10/2014). Gerakan Angkat Raketmu memiliki tujuan untuk mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia serta membangun kembali kecintaan masyarakat terhadap olahraga tepok bulu ini.

Sebagai bentuk konkret, Coca-Cola, bekerjasama dengan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), akan membangun lapangan bulutangkis di pusat-pusat kegiatan masyarakat. Contohnya, pemukiman dan taman publik.

“Kami melalukukan survei ke daerah-daerah. Kami juga bekerjasama dengan komunitas setempat, misalnya Karang Taruna. Kita presentasi program kita kepada mereka dan memastikan mereka memberikan dukungan. Kita juga tidak pergi begitu saja, kita buatkan ceremony. Sejauh ini tidak ada kendala karena kita mendapat dukungan,” papar Andrew.

Tahun lalu Coca Cola membangun 16 lapangan bulutangkis di sejumlah kota. Di antaranya, Jakarta, Tangerang, Cirebon, Magelang, Purwekerto, dan Malang. Tahun ini Coca-Cola memasang target 40 lapangan di 13 provinsi.

Tak hanya kota-kota di Pulau Jawa, kota-kota di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Lampung, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.

“Justru banyak yang meminta kepada kita untuk memperbaiki lapangan di daerah mereka,” ungkap Andrew.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas