Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Sport
LIVE ●

Valentino Rossi Sempat Ragu pada Kemampuannya

Rossi pun sempat meragukan apakah dirinya masih cukup bagus dan mampu bersaing dengan pebalap-pebalap lain yang jauh lebih muda.

Editor: Dewi Pratiwi
zoom-in Valentino Rossi Sempat Ragu pada Kemampuannya
www.gettyimages.ie
Valentino Rossi 

TRIBUNNEWS.COM - Pebalap MotoGP dari Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, mengaku, saat ini kemampuan balapnya sudah pulih 100 persen sehingga dia optimistis untuk menyelesaikan sembilan seri tersisa musim ini.

Pebalap berjuluk The Doctor itu pernah merasakan masa-masa sulit, ketika bergabung di Tim Ducati (2011-2012). Dengan motor Desmosedici, Rossi banyak menemui kesulitan.

Pada musim pertamanya, dia hanya sekali naik podium setelah finis ketiga di Sirkuit Le Mans, Prancis. Musim berikutnya dia dua kali naik podium berkat finis kedua di Le Mans dan San Marino.

Menyisihkan semua rasa gengsi, Rossi akhirnya memutuskan untuk kembali ke Yamaha pada 2013. Hasilnya tentu saja tidak seketika bagus. Pemilik sembilan gelar juara dunia tersebut hanya sekali meraih kemenangan yakni di Belanda.

Prestasi Rossi meningkat pada musim berikutnya. Dia makin sering finis podium termasuk dua kemenangan di San Marino dana Australia.

Tahun ini, Rossi kembali ke puncak. Pebalap 36 tahun atau yang tertua di grid tersebut membuka musim dengan menjuarai seri perdana di Qatar. Dari sembilan seri yang sudah berjalan, dia mengantongi tiga kemenangan, termasuk di Argentina dan Belanda.

Rossi mengaku butuh waku cukup lama untuk bisa berada pada posisi 100 persen setelah kembali dari Ducati. Dia sempat merasa ada 10 persen dari kemampuannya yang hilang.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya butuh waktu untuk memulihkan kemampuan yang hilang 10 persen, setelah dua tahun dengan banyak kesulitan dan motor yang berbeda. Itu merupakan bagian yang sulit, untuk bisa mencapai 100 persen," ujarnya.

Rossi pun sempat meragukan apakah dirinya masih cukup bagus dan mampu bersaing dengan pebalap-pebalap lain yang jauh lebih muda.

"Semua pebalap, ketika tidak bisa mencapai apa yang diharapkan, akan langsung berpikir bahwa kamu tidak bisa memacu motor hingga batas maksimal lagi. Dan dalam kasus saya, saya sudah tua. Lalu muncul pikiran bahwa pebalap lain memang lebih cepat dan saya tidak bisa," jelas Rossi. 

Berita Ini Juga Dimuat di HARIAN SUPER BALL, Senin (20/7/2015)

Sumber: Super Skor
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas