Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Lin Dan Ingin Akhiri Kutukan Istora Senayan

Kekalahan di Indonesia Open Super Series Premier 2015 lalu menjadi pengalaman. Sekarang ingin bermain lebih baik lagi.

Lin Dan Ingin Akhiri Kutukan Istora Senayan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pebulu tangkis tunggal putra China Lin Dan mengembalikan bola ke pebulu tangkis Amerika Serikat Sattawat Pongnairat pada Kejuaraan Dunia Total BWF World Championship 2015 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (11/8/2015). Lin Dan menang dua set dengan skor 21-8, 21-11. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kemenangan mudah dikantongi pebulutangkis tunggal putra Tiongkok, Lin Dan, pada babak pertama Kejuaraan Dunia BWF 2015. Menghadapi wakil Amerika Serikat (AS), Sattawat Pongnairat, di Lapangan 1 Istora Senayan, Jakarta, Selasa (11/8), Lin menang 21-8, 21-11.

Selain mengantarnya menjejak babak kedua, hasil positif ini sekaligus mendekatkan dirinya dengan rekor gelar juara dunia terbanyak sepanjang sejarah. Saat ini, Lin Dan tercatat sudah lima kali merengkuh titel kampiun dunia. Ia tercatat menjadi juara dunia pada tahun 2006, 2007, 2009, 2011, dan 2013. Raihan gelar lima kali juara dunia itu setara dengan legenda ganda putra Korea Selatan, Park Joo-bong.

"Jujur, saya tidak terlalu memikirkan soal rekor, gelar, dan sebagainya. Yang terpenting bagi saya saat ini adalah bermain maksimal, bermain terbaik, dan meraih kemenangan demi kemenangan saja," papar Lin Dan seusai pertandingan. "Jika memang saya masih bisa juara, maka itu sesuatu hal yang lain," imbuh pemain berjuluk 'Super Dan' itu.

Meski Istora Senayan bukanlah tempat yang bersahabat untuknya, ia percaya dapat mematahkan kutukan tersebut dengan bantuan suporter di lapangan.

"Kekalahan di Indonesia Open Super Series Premier 2015 lalu menjadi pengalaman. Sekarang ingin bermain lebih baik lagi. Tadi juga saya mendapatkan banyak dukungan di stadion. Kalau soal peluang juara, kita lihat saja nanti. Menang atau kalah tak masalah buat saya," sambungnya.

Begitu ditanya soal peluangnya menjumpai seteru abadinya, Lee Chong Wei, di babak semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2015, Lin pun menjawab dengan sangat antusias. Namun demikian, dia masih belum bisa memastikan apakah duel tersebut bakal tersaji tahun ini di Istora.

Lin Dan mengatakan, meski penghuni klub elite tunggal putra masih itu-itu saja, saat ini pergeseran generasi pemain sudah mulai terasa, terutama dari negara-negara di luar Tiongkok.

"Jepang sekarang punya pemain tunggal putra yang bagus dan menjanjikan, seperti Kento Momota. India juga punya Srikanth Kidambi. Jadi, sebetulnya persaingan sudah tidak melulu antara saya, Chen Long, atau Lee Chong Wei lagi. Tapi, saya tetap menantikan peluang pertemuan saya dengan Lee," kata Lin Dan.

Jika melihat undian, Lin Dan mendapatkan jalur yang cukup lumayan. Berada di pool bawah, jika perjalanannya mulus, dia membuka kemungkinan untuk bertemu dengan Chong Wei di babak semifinal. Namun sebelum menghadapi duel semifinal ideal kontra Chong Wei, Lin Dan harus lebih dulu melalui tiga pertandingan, yakni babak kedua, babak ketiga, dan perempat final.

Lin Dan sendiri di babak kedua akan menghadapi pebulutangkis Brasil, Daniel Paiola. Pemain non-unggulan berperingkat ke-75 dunia itu melaju ke babak kedua setelah mengalahkan wakil Austria, David Obernosterer, 21-14, 11-21, dan 24-22.

"Melihat pengalaman di Indonesia Open kemarin, pastinya saya ingin tampil lebih baik lagi di kejuaraan ini. Kemungkinan bertemu dengan Chong Wei di semifinal? Ya, usia saya dengan dia tidak berbeda jauh. Pastinya ke depan tidak banyak kesempatan untuk kita bisa bertemu lagi. Jadi saat ini, di tiap kesempatan yang ada saya harus bisa dimanfaatkan," tukasnya.

Editor: Husein Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas