Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Pengorbanan Liliyana Natsir Hingga Bisa Rebut Emas Olimpiade 2016

Selama ini Liliyana yang lebih senior dari Tontowi Ahmad terlihat kerap kurang harmonis di tengah lapangan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Ravianto
zoom-in Pengorbanan Liliyana Natsir Hingga Bisa Rebut Emas Olimpiade 2016
Super Ball/Super Ball/Feri Setiawan
Peraih medali Emas Olimpiade 2016 di Rio De Janeiro Brazil Liliyana Natsir tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (23/8/2016). Arak-arakan digelar oleh Kemenpora untuk menyambut peraih medali di Olimpiade 2016 Rio De Janeiro Brazil menggunakan bus terbuka dari Bandara Soekarno Hatta menuju Kantor Kemenpora. Super Ball/Feri Setiawan 

Laporan Wartawan SuperBall.id, Murtopo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keberhasilan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di ajang Olimpiade Rio de Janeiro 2016 bukan saja karena mereka mampu mengatasi permainan lawan, melainkan keberhasilan mereka mengatasi ego masing-masing.

Selama ini Liliyana yang lebih senior dari Tontowi Ahmad terlihat kerap kurang harmonis di tengah lapangan.

Bila Tontowi melakukan kesalahan Liliyana selalu bereaksi tidak suka.

Demi tujuannya meraih emas Olimpiade, Liliyana akhirnya memilih berkorban dengan meredam ego.

Liliyana bahkan mengevaluasi penampilannya bersama Tontowi semenjak berpasangan dari tahun 2010.

“Saya menghilangkan keegoisan yang sebelum-sebelumnya saya lakukan," ujar Liliyana seperti dikutip badmintonindonesia.org.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya berpikir bahwa Tontowi pasti juga ingin menang, dia nggak mungkin mau kalah,” kata Liliyana.

Dari perbedaan sikap Liliyana di tengah lapangan yang mampu memperbaiki komunikasinya dengan Tontowi Ahmad tersebut justru membuat lawan mereka kebingungan.

Keduanya ternyata lebih kuat dan lebih solid.

Bahkan pasangan ganda campuran nomor satu dunia asal Tiongkok, Zhang Nan/Zhao Yunlei, tak dapat berbuat banyak saat menghadapi Tontowi/Liliyana di partai semifinal.

Juara bertahan ini disingkirkan Tontowi/Liliyana dalam dua game langsung, 21-16, 21-15.

Tontowi/Liliyana juga tampak sangat perkasa di hadapan pasangan Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, di partai final yang mampu perlawanan lawannya tersebut 21-14, 21-12.(*)

Sumber: SuperBall.id
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas