Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Tim Basket Indonesia Ikuti Laga SEABA 2017

Wahyu Widayat Jati, mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 10 pemain terbaik yang diboyongnya ke kejuaraan bola basket tingkat Asia Tenggara

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Pratiwi
zoom-in Tim Basket Indonesia Ikuti Laga SEABA 2017
Harian Super Ball
Harian Super Ball edisi Jumat (12/5/2017) halaman 11 

TRIBUNNEWS.COM - Tim basket Indonesia saat ini sudah berada di Filipina.

Mereka akan melakoni laga pembuka SEABA Championships 2017, yang akan berlangsung 12-18 Mei, di Smart Arena Coliseum, Quezon City.

Saat dihubungi Harian Super Ball, Pelatih Kepala Timnas Basket Indonesia, Wahyu Widayat Jati, mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 10 pemain terbaik yang diboyongnya ke kejuaraan bola basket tingkat Asia Tenggara ini.

Menurut Wahyu, setelah melakukan program seleksi yang dibarengi dengan kompetisi bola basket nasional (IBL 2017), susunan pemain yang saat ini dibawanya merupakan hasil seleksi dan evaluasi yang terbaik saat ini.

"Tapi memang yang menjadi kekhawatiran adalah kondisi fisik mereka. Karena, tidak sedikit yang kondisi fisiknya tidak terlalu bugar, karena baru saja selesai membela timnya di IBL kemarin," kata Wahyu.

Wahyu mengungkapkan bahwa persiapan timnya menuju SEABA Championship 2017 kurang maksimal.

Ia mengeluhkan waktu persiapan yang mepet. Hal itu disebabkan padatnya jadwal pertandingan di ajang IBL 2017.

Rekomendasi Untuk Anda

Oleh sebab itu, Wahyu menyatakan bahwa dirinya tidak berani memasang target tinggi di SEABA 2017.

Ia mencoba realistis menatap peluang Indonesia pada kejuaraan basket antarnegara Asia Tenggara tersebut.

"Soal target, mungkin belum ada. Kami coba realistis aja, persiapan mepet, dengan skuad yang kondisinya baru selesai tampil di final, ya minimal berpartisipasi di ajang ini dulu," kata Wahyu.

Pelatih yang punya panggilan akrab coach cacing ini, menyebutkan bahwa butuh kepintaran untuk melakukan kolaborasi antar pemain yang akan diturunkan saat pertandingan.

Ia yakin tidak perlu memaksa pemain untuk main dalam waktu yang lama, tetapi justru membuat pemain tersebut kehilangan sentuhan gaya bermain.

"Nanti akan kami kombinasikan semaksimal mungkin. Karena kolaborasi pemainnya juga harus bagus. Mungkin tidak usah memaksakan, karena nanti malah hasilnya kurang memuaskan. Yang penting, semua pemain paham game plan yang sudah dibuat dan main dengan kerja sama yang rapi," kata Wahyu.

Baca Selengkapnya Hanya di KORAN SUPER BALL, Jumat (12/5/2017)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas