Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Imam Masih Menunggu Laporan Tim Indonesia

Menurut Imam, kondisi yang dialami tim Piala Sudirman Indonesia tidak memuaskan. Namun, ia yakin ada masalah dan kendala yang dialami oleh seluruh tim

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Pratiwi
zoom-in Imam Masih Menunggu Laporan Tim Indonesia
Super Ball/Super Ball/Feri Setiawan
Imam Nahrawi 

TRIBUNNEWS.COM - Rencana pertemuan antara pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan tim Piala Sudirman Indonesia dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi belum dapat dilaksanakan.

Namun, Imam menyatakan pihaknya akan menunggu hingga semua laporan disiapkan dan dipaparkan.

Sesuai rencana, pemanggilan induk organisasi bulu tangkis Indonesia dilakukan Selasa (30/5/2017), namun rencana tersebut ditunda karena manajemen yang memimpin kontingen Indonesia pada Piala Sudirman belum pulang ke Tanah Air.

Baca: Cibinong Mall Gelar Nobar Liga Champions

Pihak Kemenpora melakukan penjadwalan ulang pertemuan dengan PP PBSI.

Salah satu tujuan dipanggilnya perwakilan induk organisasi bulu tangkis Indonesia itu untuk mengetahui secara langsung apa yang menjadi penyebab Indonesia gagal di tahapn awal laga Piala Sudirman.

"Kami ingin menanyakan langsung apa masalah yang terjadi dan apa kendala yang dialami seluruh tim. Kami juga akan bertanya tentang program yang telah disiapkan atau dikerjakan PBSI terkait Piala Sudirman," kata Imam.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat ini sebagian anggota tim Piala Sudirman belum kembali ke markas Pelatnas PBSI, di Cipayung, Jakarta Timur.

Selain itu, manajemen tim, salah satunya Susy Susanti juga belum ada di Jakarta.

Saat ini Susy masih berada di Sulawei Selatan, karena ada kegiatan pebulu tangkis muda.

Menurut Imam, kondisi yang dialami tim Piala Sudirman Indonesia tidak memuaskan.

Namun, ia yakin ada masalah dan kendala yang dialami oleh seluruh tim. Hanya saja, Imam tidak ingin menduga-duga apa yang sedang terjadi.

"Bagaimana pun, saya harus tahu sampai di mana masalah yang sedang terjadi. Jangan sampai masalah dan kendala yang ada hanya sebatas dibahas-bahas saja, tanpa ada upaya untuk mengatasinya," kata Imam.

Berita Ini Juga Dimuat di KORAN SUPER BALL, Jumat (2/6/2017)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas