Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Leonardus Djarkasih Asisten Pelatih Sofbol Indonesia yang Kuasai Lima Bahasa

Asisten pelatih Tim Nasional Sofbol Indonesia, Leonardus Djarkasih merupakan sosok yang memiliki gaya berbicara ceplas ceplos.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Toni Bramantoro
zoom-in Leonardus Djarkasih Asisten Pelatih Sofbol Indonesia yang Kuasai Lima Bahasa
ist
Leonardus Djarkasih 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asisten pelatih Tim Nasional Sofbol Indonesia, Leonardus Djarkasih yang ditemui secara tidak sengaja di sekitar komplek Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (21/4/2018), merupakan sosok yang memiliki gaya berbicara ceplas ceplos. 

Pria berdarah campuran Sunda dan Ambon ini termasuk manusia antik. Mengapa? Karena dia menguasai bahasa Spanyol, Inggris, Jerman, Belanda dan Tagalok secara otodidak. 

"Saya tidak pernah kursus untuk mempelajari bahasa Belanda, Inggris, Spanyol, Jerman dan Tagalok. Semua itu saya dapatkan secara otodidak," ungkap Leonardus yang ditemui usai berbincang menggunakan bahasa Tagalok dengan beberapa pemain Timnas Sofbol Putra Philipina yang akan tampil pada Kejuaraan Sofbol Asia Cup di Lapangan Sofbol Gelora Bung Karno Jakarta, 23-28 April 2018.  

Lantas bagaimana caranya bisa mengusai 5 bahasa? Leonardus yang mengenal sofbol saat masih sekolah di SMA 68 Jakarta mulai bercerita.

Pertama kali, dia bisa berbahasa Spanyol karena ikut dengan ibunya, Magdalena Latupeirissa yang bekerja sebagai juru masak di salah satu restoran di Spanyol. 

"Saat terjadi krisis ekonomi di Indonesia pada tahun 1998, saya diajak ibu ke Spanyol. Ibu bekerja di salah satu restoran dan saya juga ikut membantunya. Selama 3 bulan, saya sudah bisa berkomunikasi dalam bahasa Spanyol," tuturnya. 

Dari Spanyol, dia kemudian pergi bekerja di Belanda.

Rekomendasi Untuk Anda

"Karena saya senang bergaul jadi saya bisa dengan cepat menguasai bahasa Belanda dalam 6 bulan," kilahnya. 

Pada tahun 2003, lajang kelahiran 2 Agustus 1970 ini kembali ke Tanah Air. Dia mulai menggeluti kembali dunia sofbol dengan menjadi pelatih di klub sofbol Prambors yang salah satu pendirinya Indro Warkop. Selain itu, dia juga menjalankan tugas membangun pembinaan sofbol usia dini (Pony League). 

Berkat ketekunannya, Leonardus ditarik masuk dalam keoengurusan PB Perbasasi tahun 2010. Dia diberikan kepercayaan menangani timnas sofbol putri. 

"Sakin sering bolak-balik ke Philipina membawa tim sofbol, saya jadi bisa menguasai bahasa Tagalok," katanya. 

Kini, Leonardus sudah benar-benar menikmati dunianya. Dia tak bisa lepas dari sofbol meski jebolan D3 Perbanas. 

"Saya lebih menikmati profesi sebagai pelatih dibanding bekerja di kantor. Dari sini saja, saya bisa memenuhi kebutuhan hidup dan melanglang buana ke negara-negara Asia, Eropa dan Amerika Serikat. Sudah empat kali saya ganti paspor dan tak pernah mengalami kesulitan saat melewati imigrasi karena menguasai bahasa negara yang dituju," paparnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas