Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Aries Susanti Rahayu Lagi-lagi Raih Emas di Arena Panjat Tebing Internasional

Atlet panjat tebing andalan Indonesia kembali meraih prestasi di level internasional. Indonesia membawa 1 medali emas dan 2 medali perak

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Toni Bramantoro
zoom-in Aries Susanti Rahayu Lagi-lagi Raih Emas di Arena Panjat Tebing Internasional
Instagram @aries_susanti
Aries Susanti Rahayu 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Atlet panjat tebing andalan Indonesia kembali meraih prestasi di level internasional. Indonesia membawa 1 medali emas dan 2 medali perak dalam Kejuaraan International Climbing Elite Tournament di Anshun, China, yang digelar pada 21-22 September 2018.

Medali emas dipersembahkan oleh Aries Susanti Rahayu, sedangkan medali perak diraih oleh Aspar Jaelolo dan Puji Lestari.

Emas dari Aries dan Perak dari Puji diperoleh setelah di nomor women's speed world record terjadi all Indonesian final antara Aries dan Puji.

Aries berhasil mengalahkan kompatriotnya dengan catatan waktu 7,72 detik sedangkan Puji 7.89 detik. Sedangkan medali perunggu diraih oleh atlet asal Rusia, Maria Krasavina.

Pada laga final di nomor men's speed world record, Aspar Jaelolo mengalami fall. Dengan berbesar hati, pria asal Donggala, Sulawesi Selatan, ini harus merelakan medali emas untuk lawannya, Chen Zi Hang, dari China. Sementara medali perunggu diraih oleh atlet asal Rusia, Stanislav Kokorin.

Selain berlaga di nomor speed, Aspar, Aries, dan Puji juga tampil di nomor lead. Hanya saja, mereka gagal masuk final. Baik Aspar maupun Aries berada di peringkat 9. Sementara untuk masuk final lead, minimal harus berada di peringkat 8.

Ketua Umum PP FPTI Faisol Riza menganggap raihan tiga medali ini merupakan penanda kesiapan atlet kita di Olimpiade Tokyo.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini adalah sinyal bagus bagi kita dan juga pemerintah untuk segera menyiapkan Pelatnas," tutur Faisol.

Aspar, Aries, dan Puji, adalah atlet elit yang diundang langsung oleh pihak China untuk mengikuti kompetisi tersebut. Seluruh biaya akomodasi ketiga atlet itu dibiayai oleh pihak penyelenggara.

Selain International Climbing Elite Tornament di Anshun, masih ada tujuh kompetisi internasional lagi yang harus mereka lakoni di penghujung 2018 ini.

Dua dari tujuh kompetisi tersebut adalah seri kejuaraan dunia

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas