Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sebanyak 25 Mahasiswa-mahasiswi Unit Kegiatan Olahraga UNJ Mendapat Pelajaran dari Pengurus KOI

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengaku mendapat pelajaran berharga dari pengurus Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dalam kegiatan studi banding

Sebanyak 25 Mahasiswa-mahasiswi Unit Kegiatan Olahraga UNJ Mendapat Pelajaran dari Pengurus KOI
ist
Sebanyak 25 Mahasiswa-mahasiswi Unit Kegiatan Olahraga UNJ Mendapat Pelajaran dari Pengurus KOI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 25 mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam Unit Kegiatan Olahraga Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengaku mendapat pelajaran berharga dari pengurus Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dalam kegiatan studi banding di Lantai 19 Gedung FX Senayan Jakarta, Selasa (30/4/2019). 

"Kami sangat berterima kasih kepada pengurus KOI yang telah menyediakan waktu dengan menerima kegiatan studi banding kami. Banyak pelajaran berharga yang kami dapat dari penjelasan pengurus KOI. Baik tentang visi dan misi KOI maupun cara mengelola multi event," ungkap Siprianto Bahar, Ketua Unit Keolahragaan UNJ. 

Dalam studi banding unit kegiatan olahraga mahasiswa UNJ dengan tema "Explore and Sharing Knowledge About Sport", Plt Sekjen KOI Hellen Sarita Delima didampingi Harry Warganegara (Komisi Sport Development), Raja Parlindungan Pane (Komisi Sports Environtment) , Syahrir Nawier (Komisi Finance and Budgeting), dan Kresna Bayu (Komisi Atlet). 

"KOI merasa terhormat dengan kedatangan mahasiswa UNJ untuk melakukan studi banding. Silahkan saja jika ada mahasiswa dari universitas lainnya yang ingin melakukan kegiatan serupa," kata Hellen Sarita Delima

Dalam pertemuan itu, Hellen menjelaskan aecara detail visi dan misi KOI dalam pembinaan olahraga Indonesia. Bahkan, dia aecara terbuka menjelaskan masalah sumber dana KOI. 

Sebanyak 25 mahasiswa-mahasiswi UNJ
Sebanyak 25 mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam Unit Kegiatan Olahraga Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengaku mendapat pelajaran berharga dari pengurus Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dalam kegiatan studi banding di Lantai 19 Gedung FX Senayan Jakarta, Selasa, 30 April 2019.

"KOI itu tidak menggunakan dana APBN untuk operasional dan berbagai kegiatan untuk memasyarakatkan olahraga. Dana itu didapatkan dari bantuan IOC dan sponsor. Semua itu diperoleh karena adanya trust (kepercayaan) dari IOC maupun sponsor," jelasnya. 

Lantas bagaimana dengan bantuan dana APBN? Hellen menjawab, "Dana APBN itu hanya didapatkan KOI saat mengirimkan Kontingen Indonesia menuju multi event seperti SEA Games, Asian Games, Olympic Games dan multi event lainnya."

Dalam dialog yang penuh keakraban itu, baik Harry Warganegara, Raja Pane, Syarir Nawier dan Kresna Baru menceritakan pengalaman suka dan duka saat terlibat pada panitia Asian Games (Inasgoc).  

Mengenai adanya keinginan mahasiswa UNJ menggelar kejuaraan internasional Pentaque yang mengundang 34 negara, Oktober mendatang, Kresna Bayu memberikan masukan untuk lebih matang memikirkannya. Pasalnya, bukan hanya dana yang cukup besar dibutuhkan tetapi perlu persiapan yang matang. "Saran saya panitia harus lebih dulu mengirimkan surat secara resmi kepada induk organisasi untuk mendapatkan dukungan. Kemudian, lakukan persiapan secara matang sehingga event yang digelar bisa berlangsung sukses," kata mantan pejudo nasional ini.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Toni Bramantoro
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas