Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jonatan Christie dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan Juara New Zealand Open 2019

Jonatan Christie mempersembahkan gelar juara dari ajang New Zealand Open 2019 usai mengalahkan Ng Ka Long Angus (Hong Kong), dengan skor 21-12, 21-13.

Jonatan Christie dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan Juara New Zealand Open 2019
djarumbadminton
Jonatan Christie 

TRIBUNNEWS.COM, AUCKLAND - Jonatan Christie mempersembahkan gelar juara dari ajang New Zealand Open 2019 usai mengalahkan Ng Ka Long Angus (Hong Kong), dengan skor 21-12, 21-13.

Hasil ini memperbaiki capaian yang diraih Jonatan pada tahun lalu di kejuaraan ini, ia menjadi runner up setelah dikalahkan Lin Dan (Tiongkok).

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (Humas PBSI)

Gelar kedua disumbangkan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Di babak final yang berlangsung siang ini, Hendra/Ahsan menaklukkan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang), dengan skor 20-22, 21-15, 21-17.

Jonatan tampil baik di laga final, permainannya rapi dan cenderung minim kesalahan sendiri. Hal ini membuat Ng tak dapat mengembangkan permainannya dan banyak melakukan kesalahan beruntun.

"Saya melihat kondisi kaki lawan sepertinya tidak enak kalau dilari-lariin. Jadi saya sengaja membuat dia lari ke sudut lapangan, mungkin ini yang bikin dia nggak enak mainnya. Saya juga nggak mau buru-buru menyerang, karena kalau di-smash terus, pertahanannya bagus, makanya saya coba chop silang kiri-kanan, depan-belakang," ungkap Jonatan yang kini duduk di peringkat sembilan dunia.

Di turnamen tersebut, Jonatan mencoba kembali ke penampilannya di Malaysia dan Singapore Open kemarin.

"Apalagi sekarang sudah mulai pengumpulan poin ke olimpiade. Saya berusaha tampil enjoy, rileks, nggak mikirin harus menang, harus dapet poin sekian sekian. Saya fokus partai demi partai, nggak mikirin babak nanti-nantinya, yang hari itu saja dulu," kata Jonatan ketika ditanya soal penampilannya yang stabil dari babak awal.

Kemenangan ini tak hanya menjadi bekal bagi Jonatan untuk berada di jajaran atas peringkat dunia tunggal putra, tapi juga memperbaiki rekor pertemuannya dengan Ng.

Dua pertemuan pertama berhasil dimenangkan Jonatan atas Ng, namun Ng unggul dalam empat pertemuan terakhir.

"Jelang olimpiade, saya fokus ambil poin sebanyak mungkin di tiap turnamen yang saya ikuti, jangan sampai sia-siakan kesempatan yang sudah dikasih oleh PBSI. Kalau untuk rangking, saya maunya di Top 8 biar jadi unggulan kalau nanti bisa lolos ke olimpiade," papar peraih medali emas Asian Games 2018 ini.

Indonesia menempatkan tiga wakil di final.

Sebelumnya ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti takluk dari Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia), dengan skor dramatis, 14-21, 21-16, 27-29.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Toni Bramantoro
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas