Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Jakarta Squash Open Jadi Ajang Evaluasi Atlet Pelatnas Jelang SEA Games 2019

Catur Yuliana turut berpartisipasi di Kejuaraan Jakarta Squash Open di Lapangan Squash GBK, Jakarta, 27-29 Agustus 2019.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
zoom-in Jakarta Squash Open Jadi Ajang Evaluasi Atlet Pelatnas Jelang SEA Games 2019
tribunnews.com/abdul majid
Atlet squash DKI Jakarta yang kini masuk pemusatan latihan nasional (Pelatnas), Catur Yuliana saat diwawancarai setelah acara pembukaan Jakarta Squash Open 2019 di Lapangan Squash GBK, Jakarta, Selasa (27/8/2019). Tribunnews/Abdul Majid 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Atlet squash DKI Jakarta yang kini masuk pemusatan latihan nasional (Pelatnas), Catur Yuliana turut berpartisipasi di Kejuaraan Jakarta Squash Open di Lapangan Squash GBK, Jakarta, 27-29 Agustus 2019.

Kejuaraan ini diikuti 180 peserta yang berasal dari dalam dan luar negeri. 

Catur Yuliana megatakan Jakarta Squash Open sengaja diikuti para pemain pelatnas untuk melihat sejauh mana kualitas atlet pelatnas jelang berlaga di SEA Games 2019.

“Di pelatnas kita sudah masuk ke tahap sangat berat. Tapi sebelum kejuaraan Jakarta Squash Open, intensitas latihan kita tidak terlalu berat biar kita sebagai atlet pelatnas bisa optimal di kejuaraan ini,” kata wanita yang akrab disapa Yuli tersebut, Selasa (27/8/2019).

“Kita memang tidak ada target di sini, cuma karena kita pelatnas dan yang terbaik di Indoneisa jadi kita bakal tunjukkan yang terbaik, terus mencontohkan ke adik-adik juga. Kita juga dapat arahan dari pelatih, kalau kejuaraan ini sebagai bahan evaluasi dan bagian dari latihan buat kita,”jelasnya.

Lebih lanjut, Yuli mengatakan bahwa target timnas squash di SEA Games nanti harus lebih baik dari SEA Games 2017.

Rekomendasi Untuk Anda

Bahkan, dirinya yang tidak ditargetkan meraih medali pun tetap optimistis bisa meraih medali khususnya di nomer jumbo dobel.

“Tahun kemarin kan kita dapat perak, sekarang kalau bisa emas. Itu di nomor jumbo dobel putra,”

“Kalau putrinya dari saya pribadi tetap optimis emas, karena saingan terberat kita cuma singapura dan filipina, walaupun kita tidak punya lapangan (jumbo dobel) tapi kita tetap optimis. Saya pribadi harus bisa dapat emas, kalau tidak final lah,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas