Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Cerita Ayah Kevin Sanjaya Soal Audisi Bulutangkis PB Djarum. Larang Atlet Merokok

Dia menuturkan PB Djarum juga melarang keras atlet-atletnya merokok. Jika ada yang ketahuan akan dikeluarkan.

Cerita Ayah Kevin Sanjaya Soal Audisi Bulutangkis PB Djarum. Larang Atlet Merokok
DOK. PB DJARUM
Audisi PB Djarum tidak akan ada lagi tahun depan, tanggapan Susy Susanti hingga duduk perkaranya. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PB Djarum telah melahirkan banyak pebulutangkis yang berprestasi di panggung dunia. Satu di antaranya adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo. Kevin adalah produk didikan PB Djarum yang proses audisi umumnya menjadi polemik.

Tidak mudah bagi Kevin Sanjaya Sukamuljo untuk bisa menimba ilmu bulutangkis di PB Djarum. Dulu dia termasuk anak yang bersaing dengan banyak anak lainnya di audisi umum beasiswa bulutangkis yang diselenggarakan oleh Djarum.

Sugiarto, ayah Kevin, menuturkan dia memang mengarahkan anaknya untuk menimba ilmu bulutangkis di klub terbaik. Menurut dia PB Djarum menurut klub yang bagus, namun untuk bisa bergabung setiap anak harus mengikuti audisi.

"Fasilitas di PB Djarum itu lengkap. Semua diperhatikan, dari makan, tidur, gizi. Contoh kecilnya, kalau dikasih telur atau susu tidak dimakan, nanti pasti dimarahi. Sudah ada ukuran gizinya untuk mengembalikan stamina," tutur Sugiarto kepada Tribun Network, Senin (9/9/2019).

Anggota tim pencari bakat PB Djarum, Lius Pongoh, memberikan keterangan tata tertib Sebanyak 904 Atlet Muda Tanding di Purwokerto, 206 Lolos Tahap Screening kepada ratusan peserta Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis di GOR Satria, Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu (8/9/2019) pagi.
Anggota tim pencari bakat PB Djarum, Lius Pongoh, memberikan keterangan tata tertib Sebanyak 904 Atlet Muda Tanding di Purwokerto, 206 Lolos Tahap Screening kepada ratusan peserta Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis di GOR Satria, Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu (8/9/2019) pagi. (DOK. PB DJARUM)

Menurut Sugiarto PB Djarum adalah acuan bagi semua pebulutangkis muda Indonesia. Oleh karena itu, dia menyayangkan rencana audisi umum Djarum akan dihentikan pada tahun depan. Sebagai orangtua yang mengantarkan anaknya ke audisi umum beasiswa bulutangkis Djarum hinga meraih sukses, Sugiarto kecewa ajang tersebut tidak digelar lagi. Dia menegaskan audisi Djarum tidak ada hubungan sama sekali dengan produk rokok perusahaan tersebut.

"Sebetulnya sangat disayangkan kalau audisi Djarum betul-betul berhenti. Soalnya Djarum mencari bibit-bibit pemain sampai ke pelosok-pelosok. Istilahnya jemput bola," ujar Sugiarto.

Pasangan pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo saat bertanding pada babak I Indonesia Open 2019, di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2019). Marcus Gideon/Kevin Sanjaya berhasil lolos ke babak II setelah menang tiga gim melawan pasangan ganda putra Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko dengan skor 20-22, 21-16, dan 21-14. Tribunnews/Herudin
Pasangan pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo saat bertanding pada babak I Indonesia Open 2019, di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2019). Marcus Gideon/Kevin Sanjaya berhasil lolos ke babak II setelah menang tiga gim melawan pasangan ganda putra Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko dengan skor 20-22, 21-16, dan 21-14. Tribunnews/Herudin (Tribunnews/Herudin)

Sugiarto mengatakan PB Djarum tidak memiliki kaitan dengan rokok. Dia menuturkan PB Djarum juga melarang keras atlet-atletnya merokok. Jika ada atlet yang ketahuan merokok pasti dikeluarkan.

"Kita sebagai orangtua tidak disuruh beli rokok, mempromosikan rokok. Tidak ada itu semua," kata Sugiarto.

Dia mengaku bingung ketika ada lembaga yang ingin mengembangkan potensi atlet Indonesia justru menjadi polemik. Menurut dia PB Djarum telah membuktikan hasil binaan mereka selama ini. Dia mengatakan banyak pebulutangkis muda dan orangtua atlet kecewa jika audisi umum beasiswa bulutangkis Djarum berhenti.

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo meluapkan kegembiraannya usai mengalahkan pebulu tangkis ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan pada babak Final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Pasangan Markus dan Kevin berhasil menjadi juara setelah mengalahkan pasangan Ahsan dan Hendra pada All Indonesian Final Ganda Putra Blibli Indonesia Open 2019 dengan skor 21-19 dan 21-16. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo meluapkan kegembiraannya usai mengalahkan pebulu tangkis ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan pada babak Final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Pasangan Markus dan Kevin berhasil menjadi juara setelah mengalahkan pasangan Ahsan dan Hendra pada All Indonesian Final Ganda Putra Blibli Indonesia Open 2019 dengan skor 21-19 dan 21-16. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Sugiarto memberikan contoh bagaimana di tempat tinggalnya di Desa Sumber Ayu, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur banyak anak-anak yang berlatih bulutangkis. Mereka mendapat dukungan penuh dari orangtuanya. Para orangtua ingin menjadikan anak-anaknya seperti Kevin.

"Semenjak Kevin jadi, banyak anak-anak di desa saya termotivasi. Kalau ditanya mereka ingin jadi apa, mereka ingin jadi seperti Kevin. Mereka sudah latihan siap-siap ikut audisi Djarum tahun depan," tutur Sugiarto.

"Kalau tidak ada lagi, itu memutus impian anak-anak dan orangtua," imbuh Sugiarto.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Abdul Majid
Editor: Deodatus Pradipto
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas