Olimpiade Tokyo Diundur, Lifter Muda Windy Cantika Tetap Jalani Latihan
lifter putri muda Indonesia, Windy Cantika Aisah mengatku tidak permasalahkan mundurnya pelaksanaan Olimpiade Tokyo.
Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dampak dari pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia membuat Olimpiade 2020 Tokyo yang awalnya digelar pada 4 Juli – 9 Agustus 2020 harus diundur.
Dijadwalkan, olimpiade akan dilaksanakan pada 23 Juli – 8 Agustus 2021.
Menanggapi hal tersebut, lifter putri muda Indonesia, Windy Cantika Aisah mengatku tidak permasalahkan mundurnya pelaksanaan Olimpiade Tokyo.
“Tidak ada masalah jika Olmpiade Tokyo diundur jadi tahun 2021. Kini, saya hanya bisa berdoa semoga wabah virus Corona segera berakhir dan semuanya lancar dan dimudahkan oleh Allah SWT,” kata Windy Cantika Aisah.
Meski Olimpiade ditunda, Windy sendiri terus melakukan latihan untuk terus mengejar impiannya; membanggakan kedua orangtuanya.
“Bagi saya itu hukumnya wajib membanggakan kedua orang tua. Makanya, saya mencoba untuk mengejar prestasi di dunia olahraga angkat besi,” ujarya.
Bahkan, putri ketiga mantan lifter peraih perak Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Amerika Serikat 1987, Siti Aisyah mulai membidik tiket Olimpiade Tokyo 2020.
Alasannya, dia ingin mencatat prestasi melebih prestasi yang telah diukir ibunya. “Saya sih kalau bisa meraih prestasi melebihi yang pernah diukir mama,” katanya.
Seperti diketahui, Cindy mulai mengukir prestasi pada pada SEA Games XXX Filipina 2019. Bukan hanya meraih medali emas kelas 48kg, pada penampilan perdana di ajang pesta olahraga dua tahunan negara-negara Asia Tenggara, tapi dia juga mempertajam rekor dunia junior untuk angkatan Snatch miliknya dari 84kg menjadi 86kg.
Sementara itu, Pelatih Kepala Tim Angkat Besi Indonesia, Dirdja Wihardja mengungkapkan Cantika bersama Eko Yuli Irawan (kelas 61kg putra) yang baru lolos ke Olimpiade Tokyo 2021.
Keduanya bersama lifter lain yang juga dipersiapkan ke Olimpiade Tokyo tetap menjalani program latihan seperti biasa. Mereka pun tidak diperkenankan keluar dari lokasi pelatnas di Markas Marinir, Kwini, Jakarta Pusat.
“Program latihan pelatnas Olimpiade tidak terganggu. Terus terang, ada hikmah yang bisa dipetik dengan keberadaan wabah Covid 19. Anak-anak bisa lebih konsentrasi dan tidak keluar dari lokasi pelatnas yang sudah steril. Habis latihan mereka langsung istirahat,” jelasnya.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.