Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

New Normal Menuntut Kreativitas Menjalankan Pembinaan Atlet

Atlet Indonesia tidak boleh pasrah tetapi memanfaatkan kesempatan di tengah virus yang melanda dunia untuk bisa meningkatkan prestasinya.

New Normal Menuntut Kreativitas Menjalankan Pembinaan Atlet
tribunnews.com/abdul majid
Raja Sapta Oktohari saat diwawancarai setelah terpilih menjadi Ketua KOI periode 2019-2023 pada Kongres KOI di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Rabu (9/10/2019). Tribunnews/Abdul Majid 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 ini memang mengganggu seluruh program latihan dan menghentikan multi event maupun single event olahraga. 

Namun, atlet Indonesia tidak boleh pasrah tetapi memanfaatkan kesempatan di tengah virus yang melanda dunia untuk bisa meningkatkan prestasinya dalam rangka menghadapi persaingan ke depan. 

"Pandemi Covid-19 ini bukan hanya menghentikan seluruh kegiatan olahraga saja tetapi akan berdampak terhadap penurunan prestasi atlet. Bukan hanya atlet Indonesia tetapi seluruh atlet dunia," kata Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari di Jakarta, Minggu (31/5/2020).

"Pasalnya, mereka tidak bisa menjalankan program latihan yang telah disusun secara utuh ditambah lagi dengan tidak adanya single event internasional sebagai ajang mengukur perkembangan prestasi sebelum tampil di ajang multi event," ujar dia.

Keberadaan pandemi Covid-19 ini, kata Raja Sapta Oktohari yang akrab dipanggil RSO, tidak boleh menghentikan pembinaan terhadap atlet-atlet Indonesia. 

Sebaliknya, pengurus induk-induk organisasi olahraga (PB/PP) harus lebih terpacu untuk mempersiapkan atlet-atletnya agar mampu bersaing dalam upaya meraih hasil terbaik pada ajang SEA Games, Asian Games dan Olimpiade. 

"Kita tidak boleh berhenti dalam menjalankan pembinaan atlet di tengah Covid-19. Apalagi, Presiden Joko Widodo telah mempersiapkan berbagai hal menuju fase baru kehidupan bersama dengan wabah Covid-19. Kita selaku masyarakat olahraga sudah harus bersiap menghadapi new normal," kata RSO.

Baca: Kuasa Hukum Ruslan Buton Ungkap Kronologis Pembunuhan La Gode: Dia Menyerang Markas Tentara

Merebaknya virus mematikan ini memang tidak bisa dianggap enteng. 

Apalagi, sudah banyak korban yang berjatuhan di berbagai negara termasuk Indonesia. 

Namun, bukan berarti dunia olahraga Indonesia harus berhenti dan pasrah menunggu kapan berakhirnya pandemi Covid-19

"Di sinilah dituntut kreativitas PB/PP dalam menjalankan program pembinaan atlet dengan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah dalam upaya mengantisipasi penularan virus Covid -19. Yang pasti, program latihan dijalankan dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan atlet," jelasnya.  

Sebelum atlet Indonesia menghadapi new normal atlet Indonesia, kata RSO, baik KOI, KONI, PB/PP dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) duduk bersama dalam merancang program latihan. 

"Kita harus punya program latihan saat masih dalam kondisi pandemi Covid atau program latihan setelah Covid -19 berakhir. Dengan kata lain, kita harus bergandengan tangan dalam mengatasi segala kendala yang dihadapi dalam menjalankan program pembinaan demi masa depan olahraga Indonesia ke depan," paparnya. 

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas