Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Aries Susanti Rahayu Punya Kiat Tersendiri Redam Ego Saat Berada di Puncak Prestasi

Atlet panjat tebing wanita Indonesia, Aries Susanti Rahayu sukses mencatat rekor dunia dalam kejuaraan dunia IFSC Climbing World Cup 2019

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
zoom-in Aries Susanti Rahayu Punya Kiat Tersendiri Redam Ego Saat Berada di Puncak Prestasi
Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Aries Susanti Rahayu 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Atlet panjat tebing wanita Indonesia, Aries Susanti Rahayu sukses mencatat rekor dunia dalam Kejuaraan IFSC Climbing World Cup 2019 di Cina dengan mencetak waktu tercepat 6,9 detik.

Setelah itu nama Aries pun tak hanya tersohor di Indonesia melainkan di dunia. Bahkan, julukan Spiderwoman yang sudah didapatkan sejak 2018 silam semakin tersemat di diri Aries.

Aries Susanti Rahayu
Aries Susanti Rahayu (Humas FPTI)

Akan tetapi, segudang prestasi yang telah didapatkannya dikatakan Aries tak membuat dirinya silau. Ia sadar ke depan bakal ada atet lain yang bisa mematahkan rekor dunianya.

“Kalau menurut saya pribadi setiap orang pasti punya masanya, kemarin masih saya, tahun depan mungkin masih saya tapi kan ke depan lagi saya tidak tahu, pasti ada saja yang buat rekor baru,” kata Aries dalam bincang santai bersama Eiger, Kamis (13/8/2020).

Aries Susanti Rahayu
Aries Susanti Rahayu (eddie fowke/ifsc)

“Setiap kali kompetisi saya juga tak pernah berpikir saya nomor satu, karena juara itu  cuma di atas podium saja setelah turun dari podium ya mantan juara,” sambungnya.

Soal catatan rekornya 6,9 detik, Aries sendiri meyakini akan ada atlet yang memecahkan rekornya. lantaran dalam latihan dirinya pernah mencatat 6,8 detik.

Baca: Gelandang Bhayangkara FC Ini Prediksi Barcelona Kalahkan Bayern Munchen 1-0

Rekomendasi Untuk Anda

Aries berharap kalau ada orang yang memecahkan rekor itu berasal dari atlet Indonesia bukan dari luar.

“Rekor di internasional masih bisa(dipecahkan), saya sempat 2018 6,8 detik itu di latihan. Jadi saya yakin masih bisa. Kalau ada yang pecahkan rekor saya, ya tidak apa-apa, tapi harus dari Indonesia, itu buat saya Bangga. Kalau dari atlet luar jangan lah,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas