Tribun Sport

PB ISSI Beberkan Alasan Mundurnya Jadwal Munaslub

mundurnya jadwal Munaslub PB ISSI karena di kepemimpinan Raja Sapta Oktohari ini masih harus menyelesaikan laporan administrasi.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
PB ISSI Beberkan Alasan Mundurnya Jadwal Munaslub
tribunnews.com/abdul majid
Ketua PB ISSI Raja Sapta Oktohari saat bersalam dengan super kosultan Frederic Magne di Gedung Fx, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2020). Tribunnews/Abdul Majid 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) mengumumkan jadwal terbaru Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) dengan agenda tunggal pemilihan Ketua Umum PB ISSI baru periode 2021 – 2025.

Sebelumnya, PB ISSI menjadwalkan Munaslub digelar pada 12-13 Maret 2021 tapi karena ada hal yang harus diselesaikan membuat Munaslub diundur menjadi 2-3 Maret 2021.

Hal itu dikatakan langsung oleh Jadi Rajagukguk, Steering Committee Munaslub PB ISSI di Kantor PB ISSI, Menara Olahraga, Senayan, Jakarta, Jumat (12/3/2021).

Baca juga: PB-ISSI Pimpinan Tatang Sulaiman Sudah Membuka Pintu Rekonsiliasi kata Kuasa Hukumnya

“Dalam kesempatan baik ini kami PB ISSI yang diwakili Sekjen (Parama Nugroho), saya Jadi (Rajagukguk), Ketua tim penjaringan (Basiruddin), seyogyanya Munaslub diadakan 12 – 13 Maret di Fairmont tapi karena satu dan lain hal menjadi mundur 2-3 April di Fairmont,” kata Jadi Rajagukguk.

Jadi Rajagukguk menjelaskan mundurnya jadwal Munaslub PB ISSI karena di kepemimpinan Raja Sapta Oktohari ini masih harus menyelesaikan laporan administrasi.

“Hal-hal yang membuat mundur karena ini di akhir kepengurusan  Pak Okto, jadi Pak Okto ingin menyelesaikan semua laporan-laporannya baik itu atlet, pelatih, event, sarana prasarana yang dikelola PB ISSI, termasuk yang tidak kalah pentingnya organisasi baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten Kota,” jelasnya.

Seperti diketahui, posisi Ketua Umum PB ISSI sempat ada kekosongan setelah Raja Sapta Oktohari menjadi Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sejak Oktober 2019.

Jabatan Okto yang rangkap dianggap tidak sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KOI.

Dalam AD/ART KOI, ketua umum tidak diperkenankan merangkap jabatan. Aturan itu bahkan menjadi salah satu syarat seseorang untuk menjadi ketua umum.

Pengurus ISSI kemudian diberi waktu satu tahun atau selambatnya Juni 2021 untuk mencari pengganti.

“Jadi kami katakan Pak Okto masih ketua PB ISSI sampai Munaslub dan demisioner maka akan ditentukan bakal calon dan calon dan terpilih Ketum PB ISSI 2021-2025,” jelasnya.

“Alhamdullilah, dua hari lalu, sudah terpenuhi 34 Pengprov sudah disahkan dan melakukan Musprov dan Musprovlub dan sudah ada kepengurusan baru,” pungkas Jadi.

Sementara itu, bakal calon Ketua Umum PB ISSI hingga kini dikatakan Jadi Rajagukguk sudah ada satu orang yang mendaftar.  Akan tetapi dirinya masih belum mau membeberkan ke publik.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas