Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bulu Tangkis

PBSI Ajukan Perubahan Sistem Skor ke BWF, Apa Untungnya Bagi Indonesia?

PBSI resmi mengajukan sistem penilaian 5X11 ke BWF untuk menggantikan format 3X21 yang selama ini dipakai. Apakah Indonesia mendapat untung?

PBSI Ajukan Perubahan Sistem Skor ke BWF, Apa Untungnya Bagi Indonesia?
Tribunnews/JEPRIMA
Tunggal Indonesia Anthony Sinisuka Ginting berhasi keluar sebagai juara Indonesia Masters 2020 setelah memenangkan pertandingan melawan wakil Denmar Viktor Antonsen, di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (19/1/2020). Anthony Sinisuka Ginting menang melawan Viktor Antonsen melalui rubber game dengan skor 17-21, 21-15, 21-9. - PBSI resmi mengajukan sistem penilaian 5X11 ke BWF untuk menggantikan format 3X21 yang selama ini dipakai. Apakah Indonesia mendapat untung? 

Rudy menambahkan, Tiongkok pun sudah mencoba sistem penilaian serupa dalam gelaran bulu tangkis level kejuaraan nasional pada November 2020 lalu.

Statistik yang dihasilkan dalam uji coba itu pun cukup menggembirakan.

Tunggal Indonesia Anthony Sinisuka Ginting berhasi keluar sebagai juara Indonesia Masters 2020 setelah memenangkan pertandingan melawan wakil Denmar Viktor Antonsen, di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (19/1/2020). Anthony Sinisuka Ginting menang melawan Viktor Antonsen melalui rubber game dengan skor 17-21, 21-15, 21-9. Tribunnews/Jeprima
Tunggal Indonesia Anthony Sinisuka Ginting berhasi keluar sebagai juara Indonesia Masters 2020 setelah memenangkan pertandingan melawan wakil Denmar Viktor Antonsen, di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (19/1/2020). Anthony Sinisuka Ginting menang melawan Viktor Antonsen melalui rubber game dengan skor 17-21, 21-15, 21-9. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

"Maka dari itu kami mengajukan kembali wacana perubahan skor 5x11 untuk mengganti format 3x21," ucap Rudy.

"Tentunya setelah Olimpiade Tokyo mendatang, dimulai Januari 2022 dan uji coba selama satu tahun di seluruh level turnamen."

"Setelah satu tahun, kami juga mengusulkan harus ada feedback dari para pemain," pungkasnya.

Selanjutnya, permintaan perubahan sistem skor ini akan dibawa ke agenda Rapat Tahunan BWF pada tanggal 21 Mei 2021 untuk didiskusikan.

Mekanime pengambilan keputusan melalui voting para anggota BWF.

Berita terkait bulu tangkis lainnya

(Tribunnews.com/Guruh)

Ikuti kami di
Penulis: guruh putra tama
Editor: Whiesa Daniswara
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas