Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Ferry J Kono: NOC Indonesia Akan Mengeluarkan SK Tim CdM Tahap Awal yang Beranggotakan 10 Orang

Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) berencana menerbitkan Surat Keputusan (SK) Tim Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2020

Ferry J Kono: NOC Indonesia Akan Mengeluarkan SK Tim CdM Tahap Awal yang Beranggotakan 10 Orang
dok pribadi
Ferry J Kono 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAKomite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) berencana menerbitkan Surat Keputusan (SK) Tim Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2020 Tokyo pada pekan ini.

Dengan demikian, Tim CdM dapat bergerak maksimal menyiapkan kebutuhan Merah Putih menuju Negeri Sakura.

“NOC Indonesia akan mengeluarkan SK Tim CdM Tahap Awal yang beranggotakan 10 orang, sehingga mereka bisa langsung bekerja mulai pekan depan,” ujar Sekretaris Jenderal NOC Indonesia, Ferry J Kono, Rabu (5/5/2021).

Penerbitan SK tersebut merupakan kelanjutan dari penunjukkan CdM Kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2020 Tokyo Rosan P Roeslani pada akhir Desember 2019.

Tim CdM nantinya akan bekerja di Lantai 16 Kantor NOC Indonesia, Senayan, Jakarta.

Ferry menjelaskan anggota Tim CdM masih akan bertambah. Sebab, perwakilan NOC Indonesia belum diikutsertakan dalam SK Tim CdM Tahap Awal.

“Kami masih menghitung berapa orang yang akan bergabung di SK Tim CdM, yang jelas dari NOC Indonesia jumlahnya terbatas karena situasinya pandemi,” kata Ferry.

Baca juga: Bonus Medali Emas Olimpiade Tokyo Rp 5 Miliar, Begini Kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi

“Kami juga akan memasukkan pihak KBRI di Tokyo dalam SK Tim CdM guna memudahkan koordinasi persiapan. Termasuk WNI di Tokyo atau mungkin TKI yang mungkin bisa membantu suport makanan," lanjutnya.

Terkait anggaran, Ferry menjelaskan NOC Indonesia telah mengkalkulasi kebutuhan Kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo sebesar Rp 35 miliar –Rp 38 miliar.

Jumlah ini sudah termasuk tiket pesawat kelas bisnis pulang dan pergi yang diperuntukkan khusus bagi atlet Merah Putih sebagaimana arahan dari Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari dan CdM Rosan.

“Kualifikasi Olimpiade kan masih berlangsung. Asumsi kami jika banyak yang lolos kualifikasi artinya membutuhkan bujet kurang lebih Rp 38 miliar, tetapi jika sedikit yang lolos berarti ada di batas bawah yaitu Rp 35 miliar,” kata Ferry.

Meski demikian, tambah Ferry, NOC Indonesia masih perlu berdiskusi lebih lanjut dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terkait fasilitas tiket pesawat kelas bisnis bagi atlet Olimpiade.

Sebab, dua cabang olahraga yaitu bulu tangkis dan angkat besi berencana berangkat lebih dulu pada 9 Juni untuk keperluan training camp(TC) di Negeri Sakura.

“Ini perlu kami koordinasikan lebih dulu karena TC di Jepang menggunakan dana Kemenpora. Apabila memungkinkan, atlet Olimpiade yang berangkat lebih dulu bisa mendapat fasilitas kelas bisnis dengan menggunakan dana kontingen. Jika tidak bisa, mereka akan berangkat dengan kelas ekonomi tetapi pulang dari Olimpiade menggunakan kelas bisnis,” ujar Ferry.

Olimpiade Tokyo berlangsung 23 Juli-8 Agustus digelar secara extraordinary karena pandemi Covid-19.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas