Tribun Sport

Menpora Jamin Atlet Akan Punya Kurikulum Pendidikan Khusus Agar Bisa Konsentrasi Latihan

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali berjanji para atlet Indonesia akan memiliki kurikulum pendidikan yang berbeda.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Menpora Jamin Atlet Akan Punya Kurikulum Pendidikan Khusus Agar Bisa Konsentrasi Latihan
Abdul Majid/Tribunnews.com
Menpora Zainudin Amali saat jadi pembicara dalam acara Dialog Gerakan Ekspor Nasional (Diginas) bertajuk “Mengupas Isu Olahraga Indonesia” yang diselenggarakan Tribunnews, Jumat (13/8/2021) malam. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali berjanji para atlet Indonesia akan memiliki kurikulum pendidikan yang berbeda.

Menurutnya, hal ini untuk meyakini atlet tetap bisa konsentrasi di pelatnas maupun di sekolah.

"Kita mendesain juga, mudah-mudahan karena saya sudah bicara dengan mas Nadiem (Mendikbud Ristek), beliau setuju sekali," kata Menpora dalam bincang khusus dengan Tribun Network, Jumat (13/8/2021) malam.

Baca juga: Bidik Medali Olimpiade, Menpora Mau Bangun Pabrik Atlet

Amali menekankan inisiasi ini setelah mendengar keluhan dari atlet-atlet yang berjuang mengharumkan nama bangsa Indonesia.

"Bisa dibayangkan kalau dia atlet, hari ini bertanding, kemudian besok harus ujian di sekolahnya, apa yang akan terjadi? Saya bisa pastikan yang satu anjlok, yang satu jeblok. Pasti itu," tuturnya.

Progres kurikulum untuk atlet, kata Amali, sedang digodok di tingkat bawah.

Baca juga: Menpora: Bayangkan Kalau Kompetisi Bola Enggak Jalan, Masyarakat Tambah Stres

Di samping itu urusan kesejahteraan sekarang ini makin terbuka kesempatan.

Dari hasil SEA Games yang lalu, bagi yang berprestasi langsung dijadikan PNS di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

"Tetapi bukan PNS yang kerja kantoran. Jadi peraih medali yang beberapa orang itu, dari enam itu empat sudah PNS di tempat saya. Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Anthony Ginting, kemudian Eko Yuli. Itu tercatat sebagai PNS di kantor kami," imbuhnya.

Ada juga opsi atlet berprestasi ini masuk ke instansi TNI, POLRI jika ada komitmen dari Panglima atau Kapolri.

Baca juga: Menpora Ungkap Perintah Presiden untuk Tinjau Total Ekosistem Pembinaan Olahraga Nasional

Bahkan beberapa perguruan tinggi menawarkan atlet untuk berkuliah.

"Yang saya inginkan profesi menjadi atlet ini menjadi pilihan. Bukan karena terpaksa, terlanjur tercebur di situ.Tujuan dari awal memang niat menjadi atlet kesejahteraannya terjamin," tuntas Amali.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas