Tribun Sport

Piala Thomas dan Uber

Piala Thomas 2021: Malaysia Tanpa Lee Chong Wei, Arena Pembuktian Lee Zii Jia Pimpin Negeri Jiran

Pensiunnya Lee Chong Wei kini telah membuka jalan bagi Lee Zii Jia untuk membuktikan kepemimpinannya dalam gelaran Piala Thomas 2021.

Penulis: Dwi Setiawan
Editor: Drajat Sugiri
Piala Thomas 2021: Malaysia Tanpa Lee Chong Wei, Arena Pembuktian Lee Zii Jia Pimpin Negeri Jiran
ALEXANDER NEMENOV / AFP
Pebulu tangkis Malaysia Lee Zii Jia melepaskan tembakan ke arah pemain China Chen Long dalam pertandingan babak 16 besar bulu tangkis tunggal putra selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 29 Juli 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Kontingen bulutangkis putra Malaysia dipastikan sudah berganti kepemimpinan tim saat melakoni Piala Thomas 2021 di Denmark.

Sebelumnya Malaysia masih dipimpin oleh Lee Chong Wei yang tak lain merupakan legenda tunggal putra Negeri Jiran.

Pensiunnya Lee Chong Wei kini telah membuka jalan bagi Lee Zii Jia untuk membuktikan kepemimpinannya.

Setelah berhasil membawa Malaysia melangkah ke semifinal Piala Sudirman 2021 di Finlandia, beberapa hari yang lalu.

Kini, Lee Zii Jia mendapatkan tugas lebih berat saat memimpin timnya berlaga di Piala Thomas 2021.

Baca juga: Jadwal Tanding Indonesia di Piala Thomas dan Uber 2021: Tim Merah Putih Tampil Hari Senin

Baca juga: Hasil Thomas Cup Tadi Malam: Capaian Kembar Indonesia dan Denmark, Korsel Kecolongan

Pebulu tangkis Malaysia Lee Zii Jia melepaskan tembakan ke arah pemain China Chen Long dalam pertandingan babak 16 besar bulu tangkis tunggal putra selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 29 Juli 2021.
Pebulu tangkis Malaysia Lee Zii Jia melepaskan tembakan ke arah pemain China Chen Long dalam pertandingan babak 16 besar bulu tangkis tunggal putra selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 29 Juli 2021. (ALEXANDER NEMENOV / AFP)

Lee Zii Jia pun mengaku ada sebuah perbedaan yang ia rasakan daripada penyelenggaraan Piala Thomas edisi sebelumnya.

Ketiadaan Lee Chong Wei menjadi hal yang paling dirasakan Lee Zii Jia saat memimpin timnya pada Piala Thomas 2021.

Lee Zii Jia seakan merasa semakin dewasa dengan tanggungjawab besar yang ia pikul saat ini.

"Perbedaan mencolok antara Piala Thomas terakhir dengan saat ini adalah kami tanpa Lee Chong Wei," ungkap Lee Zii Jia dilansir laman resmi BWF.

"Piala Thomas terakhir adalah pertama kalinya saya berada di tim dengan Lee Chong Wei,".

"Saya melihatnya bermain sebagai kapten dan tunggul pertama, sekarang saya pun sama dengannya,".

Lee Chong Wei dan Lee Zii Jia
Lee Chong Wei dan Lee Zii Jia (instagram/leechongweiofficial)

"Saya pikir saya telah belajar banyak hal dan tumbuh menjadi pemain lebih baik dan matang,".

"Itu yang membuat saya tahu bagaimana memimpin tim ini apalagi saya memiliki Aaron Chia dan Soh Woii Yik juga," tukasnya.

Baca juga: Peluang Denmark di Piala Thomas 2021 - Kekuatan Axelsen & Antonsen Jadi Tumpuan Tuan Rumah

Baca juga: Bedah Peluang Indonesia di Piala Thomas 2021: Kebangkitan Minions, Waspadai Kejutan Thailand

Lebih lanjut, Lee Zii Jia memandang kapasitasnya sebagai kapten tim Malaysia menjadikan dirinya merasa tertantang sebagai seorang pemimpin.

Ia pun berharap bisa memimpin tim dengan cara sebaik-baiknya agar bisa mendulang prestasi.

"Yang paling penting adalah saya harus bisa menangani tekanan, sebagai kapten dan tunggal pertama," tegas Lee Zii Jia.

"Lee Chong Wei mengatakan kepada saya bahwa pertandingan pertama selalu sangat penting, bukan buat saya saja melainkan tim juga,".

"Saya harus melakukan semua yang anda bisa untuk menang karena itu sangat penting bagi tim," tukasnya menambahkan.

Selebrasi Lee Zii Jia setelah meraih kemenangan dalam pertandingan
Selebrasi Lee Zii Jia setelah meraih kemenangan dalam pertandingan (instagram/leeziijia)

Lee Zii Jia pun menyadari akan tanggungjawab besarnya sebagai pemimpin tim dan pemain pertama Malaysia di Piala Thomas 2021.

Alhasil Piala Thomas 2021 seakan menjadi arena yang tepat bagi Lee Zii Jia untuk membuktikan kualitas terbaiknya.

Malaysia sendiri tergabung dengan Jepang, Inggris, dan Kanada di Grup D Piala Thomas 2021.

Mundurnya Inggris diprediksi akan semakin memudahkan langkah Malaysia untuk bisa lolos ke babak penyisihan grup.

Baca juga: Tangisan Kisona Selvaduray Warnai Perjuangan Kontingen Malaysia di Piala Uber 2021

Dengan mundurnya Inggris, berarti hanya akan ada tiga tim yang setidaknya butuh minimal satu kemenangan untuk bisa lolos ke babak berikutnya.

Jepang dengan kualitas yang ia miliki tampaknya menjadi paling favorit untuk menguasai grup tersebut.

Malaysia yang baru saja berhasil meraih medali perunggu dalam gelaran Piala Sudirman 2021 berpeluang besar bisa menemani Jepang.

Mundurnya Inggris membuat Malaysia hanya perlu meraih kemenangan utamanya ketika menghadapi Kanada saja.

Aaron Chia/Soh Woii Yik
Aaron Chia/Soh Woii Yik (dok: bernama)

Seandainya Malaysia mampu memenangkan satu dari dua laga tersebut maka mereka bisa memastikan satu tempat mereka di perempat final.

Beda ketika Inggris tidak mengundurkan diri, Malaysia setidaknya harus mampu meraih dua kemenangan untuk bisa lolos ke babak berikutnya.

Dan keputusan mundurnya Inggris seakan membawa berkah bagi Malaysia untuk bisa memenangkan laga babak penyisihan grup minimal satu kali saja.

Tentu menarik untuk melihat bagaimana perjuangan Lee Zii Jia menginspirasi timnya untuk bisa meraih prestasi terbaik di Piala Thomas 2021.

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas