Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Sport
LIVE ●

Kevin Sanjaya Senar Raketnya Putus Dua Kali saat Hadapi Ganda Putra Malaysia di Semifinal

Pasangan Marcus Fernaldi Gideon, Kevin Sanjaya Sukamuljo sempat mengalami kejadian tak mengenakkan pada babak semifinal Indonesia Masters 2021.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Toni Bramantoro
zoom-in Kevin Sanjaya Senar Raketnya Putus Dua Kali saat Hadapi Ganda Putra Malaysia di Semifinal
Ramadhan L Q
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo usai pertandingan. 

Laporan Wartawan Tribun Network, Ramadhan L Q

TRIBUNNEWS.COM, NUSA DUA - Pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo sempat mengalami kejadian tak mengenakkan pada babak semifinal Indonesia Masters 2021.

Menghadapi pasangan Malaysia, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi, di Bali International Convention Centre, Nusa Dua, Bali, Sabtu (20/11/2021), Marcus/Kevin menang 18-21, 21-17, 21-11.

Di balik kemenangan itu, Kevin harus mengalami kejadian sial setelah senar raket miliknya saat berlaga melawan Yew Sin/Ee Yi putus sebanyak dua kali.

Kendati demikian, momen putus senar raket ini rupanya tidak menjadi kendala berarti bagi pemain kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur, tersebut.

"Tadi ganti raket dua kali karena memang putus. Nggak mungkin kalau nggak putus," ujar Kevin, usai pertandingan, Sabtu (20/11/2021).

Marcus/Kevin masih mampu menjaga momentumnya untuk menghadapi Yew Sin/Ee Yi sehingga lolos ke final Indonesia Masters 2021.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, ada momen lainnya yang terjadi, tepatnya jelang game pertama berakhir saat kedudukan 18-20 bagi keunggulan Yew Sin/Ee Yi.

Kala itu, Yew Sin/Ee Yi berkesempatan melakukan servis, lalu shuttlecook dinyatakan out oleh hakim garis.

Namun, Yew Sin/Ee Yi meminta challenge dan setelah menunggu beberapa saat, hasil hawk eye yang tertera justru "in" atau masuk.

Sontak baik Marcus/Kevin maupun Yew Sin/Ee Yi hanya bisa tertawa dengan hasil tersebut.

Pada tayangan ulang yang terlihat, shuttlecock jelas-jelas keluar. Menanggapi hal itu, Kevin menilai hawk eye melakukan kesalahan.

Itu 1000 persen kesalahan. Itu ada yang eror, out-nya jauh banget, tapi tetep dihitung. Padahal lawannya aja mengakui itu out," ujar Kevin, usai laga.

"Tadi juga mutusin challenge-nya agak lama, itu udah nggak beres, dari situ pastinya kami kehilangan poin yang sangat penting," lanjutnya.

Oleh sebab itu, Kevin meminta Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) memperbaiki teknologi tersebut agar kesalahan tersebut tidak terjadi lagi.

"BWF mestinya harus perbaiki itu semua. kalau pengaruh apa nggak, ya kami nggak mau ingat lagi dan fokus lanjut permainan aja," kata Kevin.

Kini, Marcus/Kevin beralih fokus untuk persiapan melawan ganda putra asal Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.

Takuro/Yugo mengalahkan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor 21-18, 19-21, 21-17.

"Mereka mainnya lagi bagus, dibandingin dari sebelum dan setelah Covid, mereka mainnya beda. Improvement-nya banyak banget, ya. Kami kasih yang terbaik aja dan maksimal lawan mereka di final," ujar Marcus. (M31)

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas