MotoGP 2025 Ternyata Menyenangkan Tanpa Marc Marquez
Absennya Marc Marquez di dua balapan terakhir MotoGP 2025 ternyata andil memberikan juara baru di setiap serinya.
Penulis:
Guruh Putra Tama
Editor:
Arif Tio Buqi Abdulah
Ringkasan Berita:
- Absennya Marc Marquez di sisa balapan MotoGP 2025 ternyata juga memiliki sisi positif.
- Pemenang balapan semakin variatif, tak hanya didominasi Marc Marquez atau tim pabrikan Ducati saja.
- Pembalap dan tim lainnya mulai bersaing memperebutkan podium tertinggi di setiap serinya.
TRIBUNNEWS.COM - Nasib Marc Marquez yang mendapatkan cedera saat tampil di GP Indonesia yang digelar di Sirkuit Mandalika beberapa waktu lalu memberikan imbas besar.
Marc Marquez tak bisa mengikuti sisa balapan MotoGP musim ini lantaran tak mendapat restu dari Ducati dan tim dokter yang menangani.
Penggemar Marc Marquez tentu patah hati dengan absennya sang jagoan di sisa balapan musim ini.
Namun menghilangnya sang Baby Alien memberikan pandangan baru di MotoGP 2025.
Itulah pendapat yang dimiliki pengamat MotoGP kenamaan, Carlo Pernat.
Baca juga: Jorge Martin Absen Balapan Lagi, Aprilia Tanpa sang Juara Bertahan di MotoGP Portugal 2025
Pernat, di satu sisi, senang dengan perbedaan yang tersaji di podium MotoGP selama dua seri setelah Indonesia.
Setiap podium di Australia dan Malaysia terbagi menjadi milik beberapa tim.
Mulai dari Ducati, KTM, Honda, dan Aprilia mencicip manisnya berdiri di podium juara balapan.
Hal seperti itu sejatinya cukup langka terjadi sebelum Marquez cedera.
Ducati, kala itu, sangat mendominasi dengan para pembalap utamanya dan dari tim satelit mereka.
Kini, situasinya berubah dengan Marc Marquez yang sudah memastikan gelar juara dunia.
Ditambah lagi dengan performa Francesco Bagnaia yang tak menentu, kesempatan bagi para pembalap lainnya untuk unjuk gigi semakin besar.
Ada beberapa rider yang berhasil memanfaatkan momen tersebut.
Raul Fernandez, Joan Mir, Fabio Di Giannantoniom, Pedro Acosta berhasil mencuri perhatian.
"Kemenangan bagi Alex Marquez (di Malaysia), dengan podium diisi pembalap dari tiga pabrikan berbeda, Ducati, KTM, dan Honda," buka Pernat dikutip dari GPOne.
"Hal semacam itu bagus untuk MotoGP, karena ketika tim saling berkejaran satu sama lain, kejuaraan menjadi lebih menarik."
"Mari kita tidak melupakan Marc, yang menjadi pembalap paling kuat tahun ini, sedang mengalami cedera dan tak bisa membalap."
"Ketika sang kucing besar menghilang, para tikus akan mulai bermain, itulah kata-kata yang terkenal di sana," sambungnya.
Agenda MotoGP 2025 masih menyisakan dua balapan tersisa.
Selanjutnya, balapan akan digelar di Portugal dan Valencia sebagai penutupnya.
Terbuka kemungkinan lahirnya juara baru yang musim ini belum pernah mencicipi podium pertama.
Sedangkan Marc Marquez masih akan menjadi penonton saja di sisa dua balapan tersebut.
Pihak Marquez dan tim dokter serta Ducati memilih menghormati penyembuhan secara alami daripada melakukan pendekatan terlalu berlebihan.
Menurut Ducati, Marquez memerlukan waktu sekitar empat pekan dengan lengan kanannya sama sekali tak boleh bergerak untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Marquez pun dengan senang dan tenang menerima keputusan tersebut.
Meski demikian, ia tetap berusaha meyakinkan para penggemar dirinya akan kembali lebih kuat selepas pulih dari cedera.
"Dengan menganalisa segala situasi yang ada, kami percaya keputusan yang paling aman, cerdas, dan konsisten dengan keadaan adalah menghormati pemulihan secara alami," kata Marquez dikutip dari Crash.
"Meskipun itu berarti saya tidak akan bisa membalap lagi hingga akhir musim dan sesi tes dimulai."
"Kami tahu musim dingin akan menjadi penuh tantangan, dengan kerja keras, kami akan berusaha memulihkan otot dan 100 persen siap untuk membalap di tahun 2026."
"Hal semacam ini seharusnya tak melunturkan apa yang berhasil kita capai bersama-sama. Kita adalah juara dunia, dan akan merayakannya tak lama lagi," sambungnya.
(Tribunnews.com/Guruh)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.