Tanggapan BWF Soal India Open 2026 yang Banjir Kritikan
BWF menerima segala kritikan soal India Open 2026 dan menjadikannya evaluasi, apalagi New Delhi akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Penulis:
Isnaini Nurdianti
Editor:
Arif Tio Buqi Abdulah
Ringkasan Berita:
- BWF memberikan tanggapan soal banyaknya kritikan terkait perhelatan India Open 2026 yang saat ini tengah berlangsung
- Sejumlah pemain menyoroti masalah seperti kotoran burung hingga minimnya alat pemanas ruangan di tengah cuaca dingin India
- BWF menerima segala kritikan dan akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi, apalagi New Delhi juga akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia BWF 2026 pada 17-23 Agustus mendatang
TRIBUNNEWS.COM - Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) memberikan tanggapannya soal perhelatan India Open 2026 yang banjir kritikan.
India Open 2026 merupakan turnamen bulu tangkis dalam kalender BWF World Tour Super 750 yang saat ini tengah berlangsung, bertempat di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, 13-18 Januari.
Hadiahnya pun fantastis, India Open 2026 menawarkan total uang tunai sebesar USD 950.000 atau hampir Rp16 miliar per kurs saat ini, Jumat (16/1/2026).
Namun di balik itu, penyelenggaraan India Open 2026 banjir kritikan dari para pemain yang bertanding.
Pebulu tangkis tunggal putri Denmark, Mia Blichfeldt, melontarkan kritik jika lapangan yang menjadi venue pertandingan India Open 2026 sangat kotor dan banyak debu, termasuk ada kotoran burung.
"Lantainya kotor dan ada banyak debu di lapangan-lapangannya. Selain itu ada burung-burung yang berterbangan di dalam arena, ada kotoran burung juga."
"Sebagai pemain dari Eropa, saya pikir saya lebih sensitif dengan hal-hal semacam ini," kata Mia, dikutip dari Indian Express.
Baca juga: 2 Wakil Indonesia di Perempat Final India Open 2026: Balas Dendam Jojo, Putri KW Diuji An Se-young
Tidak hanya itu, India Open 2026 juga sempat mendapat kritikan soal tidak adanya alat pemanas ruangan yang memadai.
Karena saat ini, India tengah dilanda cuaca dingin.
Tidak adanya alat pemanas ruangan membuat banyak pemain menggigil.
Bahkan saat melakukan pemanasan, pemain harus mengenakan celana double, jaket tebal, sarung tangan, hingga penutup kepala, sebagaimana dikutip dari ndtv.in.
Hal itu menjadi perhatian dua pebulu tangkis tunggal putri, yakni Ratchanok Intanon (Thailand) dan Michelle Li (Kanada).
"Kita mungkin membutuhkan pemanas di sini," ujar Intanon.
"Di sini sangat dingin dan tidak mudah untuk menghangatkan diri," tambah Li.
Baca juga: Cerita Jojo yang Merasa Dicurangi Wakil Singapura di India Open 2026
Kritikan Mia, Intanon, hingga Li, soal perhelatan India Open 2026 lantas membuat BWF bereaksi.
Melalui laman resminya, Kamis (15/1/2026), BWF mengatakan jika kritikan dari para pemain akan menjadi bahan evaluasi di masa mendatang.
Apalagi setelah India Open 2026, New Delhi akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia BWF 2026 pada 17-23 Agustus mendatang.
Namun untuk venuenya belum diumumkan secara resmi.
"Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) telah berinteraksi dengan para pemain dan tim selama India Open 2026 untuk meninjau kondisi di Indira Gandhi Indoor Stadium di New Delhi."
"Umpan balik yang diterima baik positif maupun konstruktif sangat berharga dalam membentuk lingkungan terbaik untuk turnamen ini dan kejuaraan mendatang."
"Kami juga menghargai komentar yang disampaikan oleh para pemain dan liputan media selanjutnya."
"Mengelola faktor-faktor yang sebagian besar berkaitan dengan kondisi musiman, seperti kabut asap dan cuaca dingin yang memengaruhi kualitas udara dan suhu di dalam venue, telah menimbulkan tantangan minggu ini," tulis BWF.
Tahun ini menjadi kali pertama India Open dihelat di Indira Gandhi Indoor Stadium, sebelumnya bertempat di K. D. Jadhav Indoor Hall.
BWF menilai jika Indira Gandhi Indoor Stadium yang menjadi venue India Open 2026 mengalami peningkatan, termasuk dari segi infrastruktur.
"Namun, penilaian kami menegaskan bahwa Indira Gandhi Indoor Stadium merupakan peningkatan signifikan dari K. D. Jadhav Indoor Hall, menawarkan infrastruktur yang lebih baik."
"Meskipun beberapa area implementasi, termasuk kebersihan dan sanitasi umum serta pengendalian hewan, memerlukan perhatian, Persatuan Bulu Tangkis India (BAI) telah bertindak cepat untuk mengatasi masalah ini."
"Para pemain juga telah mencatat peningkatan positif pada permukaan dan lantai lapangan, gimnasium, dan fasilitas medis."
"Perpindahan ke Indira Gandhi Indoor Stadium memberikan ruang yang lebih luas bagi atlet dan ofisial serta memenuhi persyaratan lapangan permainan BWF untuk menyelenggarakan Kejuaraan Dunia BWF."
"Gagasan yang dikumpulkan minggu ini akan memandu peningkatan lebih lanjut untuk memberikan pengalaman kelas dunia pada bulan Agustus, di mana masalah musiman diperkirakan tidak akan terlalu parah," tambah BWF.
Kotoran Burung Tunda Pertandingan, Monyet Masuk Venue
Kritikan soal India Open 2026 bukan omong kosong semata, namun ada bukti nyata di lapangan.
Sebut saja soal adanya kotoran burung hingga adanya monyet yang masuk venue.
Terbaru, adanya kotoran burung sampai mengganggu jalannya laga antara Prannoy H.S. (India) dan Loh Kean Yew (Singapura) di babak 16 besar India Open 2026, Kamis (15/1/2026).
Pertandingan antara Prannoy H.S. vs Loh Kean Yew bahkan sampai terhenti gara-gara kotoran burung.
Loh Kean Yew sampai ingin muntah saat melihat kotoran burung yang jatuh di atas net.
Sebelum kotoran burung mengganggu jalannya laga Prannoy H.S. vs Loh Kean Yew, kejadian tidak biasa sudah sempat terjadi di India Open 2026, yakni adanya monyet yang masuk venue.
Kejadian tersebut berhasil diabadikan pebulu tangkis ganda putra Korea Selatan, Kang Min-hyuk, dalam unggahan akun Instagram story pribadinya, @k_kang.m.h, Rabu (14/1/2026)
Dalam video yang diunggah Kang, terlihat monyet ikutan duduk di tribun menyaksikan para pemain yang tengah melakukan latihan dan pemanasan.
"Apakah hewan boleh masuk gratis?," tulis Kang.
Sejumlah sorotan negatif soal India Open 2026 sekaligus menjadi pembelajaran bagi seluruh negara yang akan menjadi tuan rumah turnamen di masa mendatang.
Semoga saja, tidak akan terjadi di turnamen-turnamen selanjutnya.
(Tribunnews.com/Isnaini)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.