Fabio Quartararo Mode Egois dalam Bursa Pembalap MotoGP 2027, Loyalitas Mulai Luntur
Mode egois Fabio Quartararo dalam bursa transfer pembalap MotoGP 2027 menyala, loyalitas ke Yamaha luntur jika V4 bukan jawaban.
Penulis:
Niken Thalia
Editor:
Drajat Sugiri
Ringkasan Berita:
- Fabio Quartararo mending egois demi kepuasan pribadi soal kecepatan motor ketimbang loyalitas untuk membangkitkan performa Yamaha.
- Tak peduli nilai kontrak tinggi, hasil buruk Yamaha dalam beberapa waktu terakhir bikin Quartararo mempertimbangkan pindah ke tim lain.
- Tes pramusim di Sepang dan Buriram akan menjadi penentu apakah mesin V4 baru milik Yamaha mampu meyakinkan Quartararo untuk bertahan atau justru pergi di tahun 2027.
TRIBUNNEWS.COM - Pembalap Yamaha di kelas premier MotoGP, Fabio Quartararo, menyatakan bahwa tujuan hidupnya kini telah berubah seiring ia menatap masa depannya dalam bursa transfer pembalap MotoGP 2027.
Ia menegaskan terkait kiprahnya di kelas utama MotoGP soal keinginan dirinya terkait mencari jati diri dengan mode egois yang menyala demi masa depannya.
Juara dunia tahun 2021 ini merupakan salah satu sosok utama dalam bursa transfer pembalap tahun 2027, mengingat kontrak mahalnya dengan tim pabrikan Yamaha akan habis pada akhir tahun 2026 ini.
El Diablo - julukan Quartararo, sempat diyakinkan untuk bertahan di Yamaha untuk periode kontrak 2025/2026 dengan kesepakatan bernilai sekira 12 juta Euro (sekitar 200 miliar Rupiah) per tahun.
Nilai terserbut yang membuat kompatriot Johann Zarco sempat menolak tawaran untuk bergabung dengan tim pabrikan asal Noale, Aprilia.
Rencana Quartararo
Selama masa itu, Quartararo hanya mampu meraih satu podium balapan utama karena performa Yamaha merosot hingga ke posisi terakhir di klasemen pabrikan.
Dalam sebuah film dokumenter baru dari motogp.com, Quartararo mengatakan ambisinya saat menandatangani kontrak saat ini adalah untuk "memberikan kembali hasil yang sangat bagus bagi Yamaha".
Baca juga: Urutan Rival Marc Marquez di Perebutan Juara Dunia MotoGP 2026: Pecco Bagnaia Diasapi Alex Marquez
Namun, hal tersebut bukan lagi menjadi pertimbangannya sekarang saat ia memikirkan di mana masa depannya akan berlabuh pada tahun 2027.
"Satu-satunya hal yang bisa meyakinkan saya adalah ketika saya naik ke atas motor dan merasa bahwa saya cepat serta saya menikmatinya," kata Quartararo dengan indikasi bertahan di Yamaha setelah tahun 2026, mengutip sumber yang sama.
"Ketika saya menandatangani kontrak untuk tahun ini dan tahun depan, tujuan saya adalah membawa kembali beberapa hasil yang sangat bagus untuk Yamaha," tambahnya
"Tapi, saat ini, saya ingin mencari jati diri saya, untuk masa depan dan tujuan pribadi saya," tegasnya.
V4 Adalah Jawaban?
Yamaha akan balapan menggunakan mesin V4 untuk pertama kalinya di MotoGP 2026 nanti, sebagai upaya teknis untuk kembali bersaing di papan atas merangkum Crash.
Menurut Quartararo soal motor baru tersebut sejauh ini biasa-biasa saja sejak ia pertama kali mencobanya musim gugur lalu.
Berbanding terbalik dengan keinginannya untuk segera memiliki motor yang kompetitif ketika Yamaha memilik pendekatan pengembangan secara bertahap.
Tes pramusim MotoGP 2026 mendatang di Sepang, Malaysia dan Buriram, Thailand, tampaknya akan menjadi kesempatan terakhir Yamaha untuk meyakinkan Quartararo agar tetap setia pada merek tersebut.
Namun, dalam acara launching timnya pada awal minggu ini, pihak Yamaha mencatat bahwa belum ada diskusi mengenai kontrak tahun 2027 yang dilakukan dengan Quartararo.
Quartararo telah dikaitkan dengan kepindahan ke Honda, Aprilia, dan Ducati untuk tahun 2027, di mana ketiga merek tersebut menawarkan pilihan yang lebih kompetitif dibandingkan Yamaha.
(Tribunnews.com/Niken)
Baca tanpa iklan