Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Sport
LIVE ●

Rotasi Sepatu Lari Dinilai Penting, Coach Tedjo Ingatkan Risiko Cedera

Coach Tedjo ingatkan pentingnya rotasi sepatu lari agar performa terjaga dan risiko cedera berkurang.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Rotasi Sepatu Lari Dinilai Penting, Coach Tedjo Ingatkan Risiko Cedera
HO/IST/ISTIMEWA
BERBINCANG - Sekelompok ptia nampak sedang melihat koleksi sepatu di sebuah toko. Pegiat lari sekaligus pelatih, Coach Tedjo, menegaskan sepatu lari tidak disarankan digunakan setiap hari tanpa jeda, terutama sepatu dengan karakter performa tinggi. (Dok: HO/Istimewa) 
Ringkasan Berita:
  • Tren lari yang kian marak memunculkan kebiasaan pelari menggunakan lebih dari satu pasang sepatu sesuai kebutuhan. 
  • Coach Tedjo menegaskan sepatu lari tidak disarankan dipakai setiap hari tanpa jeda karena midsole butuh waktu recovery. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tren lari yang semakin marak di kalangan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir turut memunculkan kebiasaan baru di kalangan pelari, yakni menggunakan lebih dari satu pasang sepatu untuk kebutuhan latihan yang berbeda.

Di balik itu, edukasi soal penggunaan sepatu lari dinilai masih perlu diperkuat. Salah satunya terkait pentingnya rotasi sepatu agar performa tetap optimal dan risiko cedera bisa ditekan.

Pegiat lari sekaligus pelatih, Coach Tedjo, menegaskan sepatu lari tidak disarankan digunakan setiap hari tanpa jeda, terutama sepatu dengan karakter performa tinggi.

"Tidak hanya pelari, sepatu juga butuh recovery. Tidak disarankan satu sepatu dipakai setiap hari. Selain merusak sepatu, itu justru bisa menyebabkan cedera,” ujar Tedjo kepada awak media.

Menurut Tedjo, bagian midsole sepatu membutuhkan waktu untuk kembali ke bentuk optimal setelah digunakan berlari. Jika dipaksakan dipakai terus-menerus, daya pantul serta stabilitas sepatu dapat menurun dan berpengaruh langsung terhadap tubuh pelari.

Ia juga menyoroti fenomena pelari yang mengikuti tren tanpa memahami fungsi sepatu secara tepat, terutama penggunaan sepatu berpelat karbon untuk latihan harian.

"Lari itu buat sehat, bukan mencari penyakit. Jangan melihat orang lain, karena target setiap orang berbeda. Pelari pace kencang biasanya pakai carbon dalam 7 hari hanya 2 kali. Daily run-nya tetap pakai sepatu daily," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Tedjo menilai, sepatu berpelat karbon sejatinya dirancang untuk kebutuhan lomba atau latihan tertentu, bukan dipakai setiap hari oleh pelari rekreasional.

Seiring berkembangnya kebutuhan tersebut, sejumlah produsen sepatu lari kini menghadirkan kategori sepatu berbeda sesuai fungsi latihan maupun lomba. Tedjo sendiri mengaku menggunakan sepatu seri Xtep 160x 7.0 Pro saat mengikuti half marathon dengan kecepatan tinggi.

"Foam-nya sangat aman, responsif, dan pantulan plate-nya bagus. Cocok untuk pelari yang mau race FM (Full Marathon) dan HM (Half Marathon)," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur XRUN, Dandy Ariesandy, mengatakan bahwa pendekatan komunitas juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem lari yang sehat.

“Dengan ini, kami menciptakan integrasi yang dalam dengan dunia lari dan komunitasnya,” paparnya.

Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat melalui olahraga lari terus meningkat dan diiringi dengan pemahaman yang tepat soal perlengkapan yang digunakan.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas