PBSI Sambut Positif Format Anyar yang Dibuat BWF: Atlet Jadi Banyak Bertanding
Mulai 2027, BWF Sudirman Cup Finals serta BWF Thomas & Uber Cup Finals akan diperluas dengan penambahan jumlah tim peserta
Penulis:
Abdul Majid
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
Skema ini menjaga keseimbangan kalender kompetisi sepanjang tahun sekaligus memastikan kualitas pertandingan dan kondisi bertanding atlet.
Kejuaraan major BWF juga mengalami pengembangan signifikan. Kejuaraan Dunia BWF akan menerapkan format fase grup yang dilanjutkan sistem gugur, sehingga setiap atlet dipastikan memainkan minimal dua pertandingan.
Kebijakan ini bertujuan mengurangi eliminasi dini sekaligus meningkatkan keterlibatan penggemar di berbagai wilayah.
Mulai 2027, BWF Sudirman Cup Finals serta BWF Thomas & Uber Cup Finals akan diperluas dengan penambahan jumlah tim peserta guna menghadirkan representasi internasional yang lebih luas dan persaingan yang semakin beragam.
Dengan rekor jumlah pertandingan siaran televisi selama 12 hari penyelenggaraan, ketiga kejuaraan tersebut akan dikemas sebagai festival bulutangkis global berdurasi dua minggu.
Selain aspek kompetisi, BWF juga menerapkan format turnamen yang lebih terstruktur demi meningkatkan kondisi bertanding atlet. Penyesuaian durasi dan format kompetisi memungkinkan penjadwalan yang lebih seimbang serta waktu pemulihan yang lebih optimal, sejalan dengan visi BWF dalam menjaga performa dan keberlanjutan karier atlet di level tertinggi.
PBSI Sambut Positif, Indonesia Open Jadi Contoh
Kepala Bidang Luar Negeri Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia, Bambang Roedyanto, menyampaikan bahwa penerapan format baru Indonesia Open berdurasi 11 hari sebagai turnamen Super 1000 merupakan bagian dari komitmen Indonesia mendukung arah pengembangan bulutangkis dunia yang dicanangkan BWF.
“Dari sisi penyelenggara, durasi 11 hari tentu berdampak pada meningkatnya biaya operasional. Namun PBSI memandang ini sebagai investasi jangka panjang untuk mempertahankan Indonesia Open sebagai turnamen premier dunia sekaligus menghadirkan standar penyelenggaraan yang sejalan dengan arah global BWF,” ujar Bambang, Selasa 10/2/2026).
Ia menambahkan, format baru memberikan nilai tambah bagi atlet.
“Jumlah peserta tunggal bertambah dari 32 menjadi 48 pemain, sehingga membuka peluang lebih luas tampil di level tertinggi. Atlet juga menjalani lebih banyak pertandingan melalui sistem setengah kompetisi hingga babak 16 besar,” jelasnya.
Menurut Bambang, aspek kondisi bertanding dan pemulihan atlet menjadi perhatian utama.
“Dengan durasi lebih panjang serta hanya menggunakan dua lapangan pertandingan, atlet memiliki waktu istirahat yang lebih memadai. Ini diharapkan menjaga kualitas permainan sepanjang turnamen,” tambahnya.
Selain itu, Indonesia Open akan dikemas dengan pendekatan sportainment.
“Durasi yang lebih panjang memungkinkan hadirnya berbagai elemen hiburan dan aktivasi di luar lapangan. Sportainment penting untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih menarik, baik di arena maupun melalui siaran dan platform digital,” tutup Bambang.
PBSI menilai penguatan unsur sportainment, sejalan dengan kualitas kompetisi yang semakin tinggi, akan memperkuat daya tarik Indonesia Open sebagai ajang olahraga dan hiburan kelas dunia, sekaligus mendukung upaya BWF memperluas jangkauan dan popularitas bulutangkis secara global.