Antiklimaks di Swiss Open 2026: Skenario Top 10 Raymond/Joaquin Buyar di Basel
Skenario Raymond/Joaquin mengikis jarak poin dengan elite dunia dan tembus top 10 tertunda efek early exit di Swiss Open 2026.
Penulis:
Niken Thalia
Editor:
Dwi Setiawan
Ringkasan Berita:
- Kekalahan mengejutkan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Swiss Open 2026 bikin skenario ke top 10 tercoreng
- Pasangan muda sektor ganda putra itu harus angkat koper lebih cepat di Swiss Open 2026 setelah diadang utusan Taiwan
- Efek kekalahan tersebut menutup harapan Raymond/Joaquin bisa segera merangsek ke top 10 ranking dunia ganda putra
TRIBUNNEWS.COM - Harapan melihat pasangan ganda putra muda, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, menembus jajaran sepuluh besar dunia bulan ini harus tertunda.
Skenario optimistis yang sempat ada pasca-keberhasilan mereka mencapai semifinal All England 2026 seketika buyar. Hal ini menyusul hasil minor yang didapatkan Raymond/Joaquin pada babak pertama turnamen Swiss Open 2026.
Bertanding di St. Jakobshalle, Basel, pasangan yang kini duduk di peringkat 13 dunia tersebut gagal melewati rintangan pertama.
Raymond/Joaquin harus mengakui keunggulan wakil Taiwan, Chen Cheng Kuan/Lin Bing-Wei, dalam permainan dua gim langsung.
Kekalahan dengan skor kembar 17-21 dan 17-21 tersebut menjadi tamparan keras bagi ambisi mereka untuk mengoleksi poin maksimal di tur Eropa kali ini.
Rusaknya Momentum Emas
Kekalahan ini cukup mengejutkan mengingat status Raymond/Joaquin sebagai salah satu pasangan yang diunggulkan dalam turnamen level Super 300 ini.
Di atas kertas, absennya sebagian besar penghuni sepuluh besar dunia seharusnya menjadi peluang mereka untuk melaju jauh.
Dengan hanya adanya Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India) sebagai wakil elite di bagan pertandingan, peluang keduanya meraup 7.000 poin sebagai juara sebenarnya sangat terbuka lebar.
Namun, realita di lapangan berkata lain. Konsistensi yang menjadi senjata utama mereka di Birmingham pekan lalu seolah sirna. Kekalahan di babak 32 besar ini membuat mereka hanya bisa membawa pulang poin yang sangat minim dari Swiss.
Akibatnya, skenario untuk mengikis selisih poin dengan para pemain elite di peringkat atas dipastikan gagal total untuk periode bulan ini.
Alih-alih merangkak naik ke posisi 10 besar, Raymond/Joaquin kini harus berjuang keras untuk setidaknya mempertahankan posisi mereka di peringkat 13.
Menuju Orleans Masters
Turnamen di Prancis bertajuk Orleans Masters 2026 menjadi satu-satunya harapan tersisa bagi mereka untuk menebus kegagalan di Basel.
Baca juga: Raymond/Joaquin Bongkar Penyebab Angkat Koper di 32 Besar Swiss Open 2026
Tanpa adanya wakil sepuluh besar di Orleans, termasuk Kim Astrup/Anders Rasmussen yang performanya mulai menurun, Raymond/Joaquin wajib menggaungkan misi revans.
Hasil di Swiss Open menjadi pengingat bahwa dalam persaingan bulu tangkis level dunia, status unggulan tidak menjamin kemudahan.
Setiap pemain, termasuk pasangan non-unggulan seperti Chen/Lin, memiliki potensi untuk menjegal ambisi pemain peringkat atas.
Bagi Raymond/Joaquin, fokus utama saat ini adalah memulihkan mentalitas bertanding sebelum turun di Orleans.
Kehilangan momentum untuk menembus sepuluh besar memang menyakitkan, namun perjalanan musim 2026 masih panjang.
(Tribunnews.com/Niken)
Baca tanpa iklan