Lolos Perempat Final BAC 2026 Bukan Perkara Mudah Bagi 4 Ganda Putri Indonesia
Ujian ganda putri Indonesia dalam BAC 2026 di Ningbo, China, 4 wakil Merah Putih dihadapkan pada ancaman melawan wakil elite.
Penulis:
Niken Thalia
Editor:
Dwi Setiawan
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Sektor ganda putri Indonesia menghadapi ujian menjelang bergulirnya Badminton Asia Championships (BAC) 2026.
Turnamen kontinental yang akan dihelat di Ningbo, China, pada 7-12 April mendatang ini menjadi panggung pembuktian bagi empat wakil Merah Putih yang didominasi oleh racikan anyar PBSI.
Indonesia menurunkan komposisi pemain berpengalaman dan talenta muda, yakni Febriana Dwipuji/Meilysa Trias Puspitasari, Amallia Pratiwi/Siti Fadia, serta Rachel Allessya/Febi Setianingrum.
Tak ketinggalan, pasangan muda Isyana Meida/Rinjani Kwinnara juga siap melengkapi armada ganda putri di China nanti.
Meski menunjukkan progres yang cukup stabil, misi untuk melaju jauh di BAC 2026 tetap menjadi ujian sulit bagi Tiwi/Fadia dan kolega.
Pasalnya, dominasi pasangan papan atas Asia Timur masih terlalu tangguh untuk digoyahkan.
Dominasi Asia Timur
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa unggulan asal China, Korea Selatan, dan Jepang masih memegang kendali penuh di BWF World Tour 2026.
Hingga saat ini, ganda putri nomor satu dunia asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning, tampil sangat superior dengan menyapu bersih tiga gelar bergengsi di Malaysia Open, India Open, dan All England 2026.
Selain duo China tersebut, konsistensi pasangan Baek Ha-na/Lee So-hee (Korea Selatan) serta Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto (Jepang) yang rutin menembus fase semifinal dan final menjadi sinyal bahaya.
Statistik inilah yang menjadi tolok ukur betapa sulitnya bagi wakil Indonesia untuk sekadar mengamankan tiket di babak delapan besar.
Baca juga: Jalan Terjal Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin Wujudkan Perang Saudara di BAC 2026
Posisi Srikandi Indonesia di Bagan Drawing
Melihat hasil drawing, empat wakil Indonesia tersebar di posisi yang berbeda, yang berarti tidak akan ada perang saudara di babak awal.
Namun, hal ini justru memaksa setiap pasangan untuk langsung baku hantam dengan para raksasa Asia sejak fase prematur.
Ana/Trias yang menempati bagan atas langsung dihadapkan pada ujian paling ekstrem.
Mereka harus meladeni sang penguasa ranking satu dunia, Liu Sheng Shu/Tan Ning, untuk memperebutkan tiket 16 besar.
Meski ini akan menjadi pertemuan perdana bagi kedua pasangan, di atas kertas wakil tuan rumah jelas lebih diunggulkan.
Sementara itu, Tiwi/Fadia sedikit lebih beruntung di babak pertama, namun tembok besar bernama Baek Ha-na/Lee So-hee sudah menanti mereka di babak kedua.
Tiwi/Fadia memiliki modal berharga setelah sempat memberikan perlawanan sengit hingga rubber game saat bertemu pasangan Korea tersebut di Sudirman Cup 2025.
Misi balas dendam sekaligus mematahkan status juara Asia 2024 milik Baek/Lee menjadi target utama mereka.
Bergeser ke bagan bawah, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum diprediksi akan bersua dengan duet maut China, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, di babak kedua.
Rachel/Febi membutuhkan keajaiban ekstra mengingat dalam dua pertemuan sebelumnya di China Masters 2025 dan All England 2026, mereka selalu takluk dalam dua gim langsung.
Terakhir, duet muda Isyana Meida/Rinjani Kwinnara juga tidak lepas dari tekanan. Jika mampu melewati babak pertama.
Mereka sudah ditunggu oleh unggulan tuan rumah lainnya, Li Yi Jing/Luo Xu Min.
Skenario berat ini menegaskan bahwa menembus babak perempat final BAC 2026 bukanlah perkara mudah.
Skuad ganda putri Indonesia dituntut tampil tanpa celah dan memiliki mentalitas baja jika ingin merusak dominasi para ratu bulu tangkis Asia di Ningbo nanti.
(Tribunnews.com/Niken)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.