Efek Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin Ditarik dari Australian Open 2026
Raymond/Joaquin tak akan bisa mempertahankan gelar di Australian Open tahun ini setelah ditarik dari keikutsertaan oleh PBSI.
Penulis:
Guruh Putra Tama
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
"Untuk Raymond/Joaquin, saya melihat dengan masa recovery yang singkat dari final Indonesia Open menuju laga pertama Australian Open," kata pelatih ganda putra utama PBSI, Antonius Budi Ariantho.
"Apalagi Raymond baru pulih dari cedera lututnya."
"Menurunkan mereka di Australia punya risiko cederanya kambuh," paparnya.
Untuk Fajar/Fikri, Antonius menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melalui proses diskusi.
Apalagi sebelumnya, Fajar/Fikri gagal total di Polytron Indonesia Open 2026 setelah langsung kandas di babak 32 besar.
Datang sebagai unggulan ketiga, Fajar/Fikri secara mengejutkan kalah dari pasangan China, Chen Bo Yang/Liu Yi, dengan skor 13-21, 14-21.
Kekalahan tersebut menjadi sorotan. Mengingat di turnamen sebelumnya mereka finis sebagai runner-up Singapore Open 2026.
"Indonesia Open merupakan salah satu milestone yang penting bagi PBSI. Namun, hasil yang diraih pasangan Fajar/Fikri masih belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan."
"Oleh karena itu diperlukan evaluasi menyeluruh sebagai bahan perbaikan ke depannya."
"Australian Open tidak termasuk dalam program turnamen utama mereka pada periode ini."
"Fokus mereka akan diarahkan pada persiapan yang lebih optimal untuk menghadapi turnamen-turnamen prioritas mereka berikutnya seperti Kejuaraan Dunia dan Asian Games," kata Antonius.
Namun ditariknya Fajar/Fikri dari Australian Open 2026 juga pantas disayangkan.
Mereka memang kini menduduki ranking 2 dunia di ranking BWF.
Namun, Fajar/Fikri adalah pemain ganda putra yang belum pernah mendapatkan gelar di ajang Super 500 mana pun.
Ajang Australian Open 2026 sekiranya berpotensi memutus catatan tersebut lantaran kekuatan ganda putra di ajang ini tak terlalu mengerikan.
Langkah PBSI yang memutuskan menarik Fajar/Fikri membuat mereka untuk sementara memperpanjang catatan tak meraih gelar di Super 500.
(Tribunnews.com/Guruh)