Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Ini Penyebab Leo/Daniel Keok dari Unggulan Dua China dan Tersingkir di 16 Besar Australia Open 2026

Leo mengungkapkan bahwa lawan tampil lebih dominan dalam mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ini Penyebab Leo/Daniel Keok dari Unggulan Dua China dan Tersingkir di 16 Besar Australia Open 2026
Tribunnews.com/Dok: PBSI
TERSINGKIR DI AUSTRALIAN OPEN - Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, terhenti di babak 16 besar Australian Open 2026 usai takluk dari unggulan kedua asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang, di Sydney, Kamis (11/6/2026). 

Ini Penyebab Leo/Daniel Keok dari Unggulan Kedua China dan Tersingkir di 16 Besar Australia Open 2026
 
Abdul Majid/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, terhenti di babak 16 besar Australian Open 2026.

Meski gagal melaju lebih jauh, pasangan yang kembali dipersatukan itu mengaku mendapat banyak pelajaran berharga untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.

Menghadapi unggulan kedua asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang, di Sydney, Kamis (11/6/2026), Leo/Daniel harus mengakui keunggulan lawan setelah kalah dua gim langsung 15-21, 18-21.

Baca juga: Berbekal Pelajaran dari Malaysia, Ubed Melaju ke Perempat Final Australian Open 2026

Leo mengungkapkan bahwa lawan tampil lebih dominan dalam mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan.

Sempat menemukan cara untuk mengimbangi permainan, namun mereka terlalu sering melakukan kesalahan sendiri.

"Tadi mereka banyak nge-duluin mainnya, di pertengahan gim pertama sebenarnya sudah coba mengimbangi tapi kami banyak mati sendiri," ujar Leo.

Rekomendasi Untuk Anda

Memasuki gim kedua, juara Thailand Open 2026 itu mulai menemukan ritme permainan.

Akan tetapi, adaptasi yang terlambat membuat mereka kesulitan mengejar kendali permainan yang sudah lebih dulu dikuasai pasangan China tersebut.

"Di gim kedua sudah mulai menemukan ritme, sudah lebih adaptasi tapi respon kami cukup terlambat, rotasi mereka juga sangat bagus," terang Leo.

Kendati tersingkir, Leo melihat pertandingan melawan salah satu pasangan terbaik dunia itu sebagai tolok ukur penting.

Apalagi, ia dan Daniel baru kembali dipasangkan setelah sempat menjalani periode dengan pasangan berbeda.

"Kami bisa mengambil hal positif dari hari ini, kami bisa menakar kemampuan kami sampai di mana dan evaluasi apa ke depan yang harus diperbaiki setelah kembali dipasangkan. Sudah lama juga kami tidak bertemu dengan Liang/Wang jadi bisa tahu bagaimana mereka sekarang," jelasnya.

Sementara itu, Daniel menilai faktor kecepatan permainan menjadi penentu utama dalam laga tersebut.

Menurutnya, kondisi lapangan yang membuat laju shuttlecock cukup kencang memberikan keuntungan bagi pasangan yang mampu lebih dulu mengambil alih permainan depan.

"Di pertandingan tadi memang kuncinya siapa yang bisa main mendahului depannya dia yang akan dapat keuntungan karena bolanya di sini cukup kencang. Mereka juga main safe tadi," terang Daniel.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas