Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

Jangan Ada Diskriminasi Antara LPI dan LSI

Pemain sepakbola di Liga Primer Indonesia (LPI) maupun Liga Super Indonesia (LSI) punya hak yang sama untuk memperkuat tim nasional

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Iwan Apriansyah
TRIBUNNEWS.COM, BOJONEGORO - Semua pemain sepak bola yang bertanding di Liga Primer Indonesia (LPI) maupun Liga Super Indonesia (LSI) punya hak yang sama untuk memperkuat skuad tim nasional jika memang kualitasnya bagus.

Juru bicara LPI, Abi Hasantoso menyatakan, seharusnya tidak ada deskriminasi dalam sepak bola, kecuali pelatih tim nasional mendapatkan tekanan berbagai pihak tertentu.

"Siapa yang bisa melarang warga Negara membela tanah air? Siapa yang bisa melarang pemain yang memang layak membela skuad 'Merah Putih' mengenakan kostum seragam dengan gambar garuda di dada jika memang kualitasnya bagus?" gugat Abi usai pertandingan Persibo versus Batavia Union, Minggu (9/1/9/1/2011) di Stadion H Soedirman Bojonegoro, Jawa Timur.

Menurut Abi, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Malarangeng menegaskan tidak ada deskriminasi dalam sepak bola. Seharusnya pemain seperti Irfan Bachdim atau pemain Persibo yang berkualitas bisa memperkuat skuad timnas.

"Kalau ada deskriminasi berarti kemungkinan pelatih menerima tekanan," katanya.

Abi memaparkan, LPI merupakan era dimulainya industri sepak bola yang menguntungkan dan mendorong klub untuk mandiri. LPI akan menjamin kepala daerah tidak akan diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi, karena LPI tidak menggunakan APBD atau uang rakyat.

"Saya lihat di Bojonegoro ada kekompakan yang bagus antara DPRD dan eksekutif untuk sama-sama mendukung LPI agar klub tidak membebani APBD. Ini contoh yang bagus," ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Syukur Priyanto, menyatakan, akan tampil di LSI atau LPI yang penting masyarakat Bojonegoro bisa bersatu mendukung Persibo.

Rekomendasi Untuk Anda

"Selama ini dewan dan Pemkab Bojonegoro sering memikirkan bagaimana pendanaan Persibo. Namun, dengan bergabung ke LPI kini tidak perlu lagi memikirkan keuangan Persibo," katanya.

Manajer Persibo, Taufik Riesnendar menegaskan, masyarakat saat ini sudah harus mengubah pola pikir positif dan tahu mana yang baik dan yang buruk. Dia yakin dengan LPI manajemen lebih tertata.  

"Ini sejalan dengan kompetisi sepak bola yang lebih terarah, terbuka, mandiri, dan sportif . Kalau pun hari ini Persibo kalah kami belum beruntung dan lawan memang lebih bagus," kata Taufik. (*)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
PERSIB
34
24
7
3
59
22
37
79
2
Borneo FC
34
25
4
5
74
31
43
79
3
Persija
34
22
5
7
65
29
36
71
4
Persebaya
34
16
10
8
61
35
26
58
5
Bhayangkara FC
34
16
5
13
53
45
8
53
Berita Populer
Atas