Nurdin Halid: FIFA Minta PSSI Bubarkan LPI
Ketua Umum PSSI yang juga mantan terpidana kasus korupsi, Nurdin Halid kembali menterjemahkan keputusan hasil sidang komite eksekutif FIFA
Penulis:
Alie Usman
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PSSI yang juga mantan terpidana
kasus korupsi, Nurdin Halid kembali menterjemahkan keputusan hasil
sidang komite eksekutif FIFA soal Liga Primer Indonesia (LPI) sebagai
bentuk tekanan FIFA untuk membenarkan PSSI membubarkan LPI.
Menurut Nurdin Halid, salah satu point keputusan FIFA tersebut dengan jelas menyuruh PSSI agar segera membubarkan LPI, bagaimanapun caranya.
"Surat FIFA ada tiga poin, pertama meminta kepada PSSI untuk kongres menetapkan dan memilih komite pemilihan, tanggal 26 Maret. Yang kedua adalah kongres nanti sebelum tanggal 30 April. Yang ketiga meminta PSSI untuk membubarkan PLPI. Kira-kira itu," ujar Nurdin saat ditemui di kantor KONI, Jakarta, Jumat (4/3/2011).
Menurutnya, saat ini ia masih berwenang untuk menjalankan perintah FIFA yang menyuruh PSSI membubarkan LPI. Menurutnya, saat ini ia masih secara sah memimpin PSSI, hingga kongres PSSI mendatang digelar.
"Soal Ketua Umum PSSI, saya masih ketua umum sekarang. Kan sampai kongres. Entah sampai kapan kongresnya kan," ujar Nurdin Halid.
Menurut Nurdin Halid, salah satu point keputusan FIFA tersebut dengan jelas menyuruh PSSI agar segera membubarkan LPI, bagaimanapun caranya.
"Surat FIFA ada tiga poin, pertama meminta kepada PSSI untuk kongres menetapkan dan memilih komite pemilihan, tanggal 26 Maret. Yang kedua adalah kongres nanti sebelum tanggal 30 April. Yang ketiga meminta PSSI untuk membubarkan PLPI. Kira-kira itu," ujar Nurdin saat ditemui di kantor KONI, Jakarta, Jumat (4/3/2011).
Menurutnya, saat ini ia masih berwenang untuk menjalankan perintah FIFA yang menyuruh PSSI membubarkan LPI. Menurutnya, saat ini ia masih secara sah memimpin PSSI, hingga kongres PSSI mendatang digelar.
"Soal Ketua Umum PSSI, saya masih ketua umum sekarang. Kan sampai kongres. Entah sampai kapan kongresnya kan," ujar Nurdin Halid.