Takashi Usami Wajah Baru King Kazu
Takashi Usami sudah memantik perhatian publik tatkala dicomot Bayern Muenchen dari tim sekelas universitas.
Penulis:
Nurfahmi Budi
Editor:
Ade Mayasanto
Laporan Wartawan Tribunnews.com Nurfahmi Budi
TRIBUNNEWS.COM - SEPAKBOLA Jepang pernah punya nama yang menjadi legenda sepakbola, tidak hanya bagi Negeri Matahari Terbit, melainkan juga publik Asia dan Dunia. Dialah Kasutoshi Miura. Sayang, setelah mundur dari sepakbola internasional, tak ada lagi penyerang tajam asal Nippon yang punya tipikal sama dengan King Kazu. Awalnya Shinji Kagawa dianggap sebagai pelapis sepadan, namun dia bukan tipikal striker, lebih condong menjadi gelandang serang.
Kini, masyarakat Jepang menyebut nama Takashi Usami sebagai wajah baru sang raja.
Usami sudah memantik perhatian publik tatkala dicomot Bayern Muenchen dari tim sekelas universitas.
Setelah berada di Jerman, ia sukses menyerap ilmu dan menjadi tulang punggung Timnas Jepang U-22, meski usianya baru menginjak 19 tahun pada bulan Mei lalu.
Ia pun bersiap menjadi pujaan publik Jepang dan Asia, setelah tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berlaga, Kamis (27/10/2011) dini hari. Turun sebagai pengganti Toni Kroos, Usami hanya cukup membutuhkan waktu 17 menit untuk mencetak gol perdana sejak berseragam Die Roten.
Golnya pada menit ke-90 sekaligus menyempurnakan kemenangan Muenchen atas FC Ingolstadt, 6-0, di ajang DFB Pokal 2011-2012. Lima gol lain datang dari Thomas Mueller menit ke-44, David Alaba (49'), Nils Petersen (53' dan 71'), plus gol bunuh diri Marvin Matip (82').
"Senang rasanya bisa membuat gol perdana untuk Bayern. Momen yang sangat indah. Saya bisa membuktikan diri sebagai bagian yang terpisahkan dari tim. Gol ini menjadi modal berharga untuk bisa tampil lebih bagus di Bundesliga ataupun Liga Champions," tukas Usami.
Pelatih Jupp Heynckes menyadari potensi besar yang ada dalam diri pemain berpostur 178 cm itu, yang memang identik dengan Kazu Miura. "Seharusnya tak butuh waktu lama baginya bisa menjadi pemain bintang. Saya pikir kami harus mengikatnya secara permanen musim depan," sebut Heynckes.