Spirit Juventus Imbangi Napoli 3-3
LO Spirito Juve kembali muncul di San Paolo, Rabu (30/11/2011) dinihari. Kali ini tuan rumah Napoli menjadi korban.
Penulis:
Nurfahmi Budi
Editor:
Ade Mayasanto
Laporan Wartawan Tribunnews.com Nurfahmi Budi
TRIBUNNEWS.COM - LO Spirito Juve kembali muncul di San Paolo, Rabu (30/11/2011) dinihari. Kali ini tuan rumah Napoli menjadi "korban", meski tidak sampai kehilangan tiga angka di kandang sendiri.
Bertanding dalam partai tunda sepekan lalu akibat banjir di Naples, Juventus harus ketinggalan dua gol terlebih dulu di babak pertama. Ini seperti sinyal Juve bakal menelan kekalahan perdana.
Tandukan Marek Hamsik memanfaatkan set piece dari Ezequiel Lavezzi pada menit ke-22, digandakan aksi Goran Pandev yang menaklukkan kiper Gianluigi Buffon melalui sepakan mendatar kaki kanan, lima menit sebelum jeda, membuat tuan rumah siap berpesta.
Namun paroh kedua menjadi bukti semangat juang luar biasa anak-anak Turin. Hanya tiga menit setelah rehat, Alessandro Matri berhasil mengkonversi umpan matang Arturo Vidal dengan tendangan menyusur ke pojok kiri gawang Napoli.
Setelah kedudukkan 2-1, thriller ala kota pelabuhan tersebut dimulai. Pandev kembali menuai gol pada menit ke-68, yang dibalas dengan cara yang tak kalah indah melalui dua gol La Vecchia Signora hanya dalam kurun tujuh menit.
Pada menit ke-72, gelandang anyar Bianconeri asal Paraguay, Marcelo Estigarribia mencetak gol perdana untuk tim barunya. Simone Pepe kembali menjadi pahlawan bagi Juventus setelah mencetak gol pada menit ke-79.
Bagi Pepe, gol tersebut menjadi yang kedua dalam tiga hari terakhir. Sebelumnya gelandang Timnas Italia tersebut menjadi penentu kemenangan bagi Juventus atas Lazio, akhir pekan lalu.
Kedudukan imbang 3-3 membuat si Nyonya Tua belum terkalahkan sampai giornata ke-12 sekaligus tetap duduk di puncak klasemen sementara Serie A Italia dengan poin 26, unggul dua poin atas sang juara bertahan, AC Milan, serta Udinese.
Spirit tinggi tim yang dua tahun berada di zona Serie B tersebut, mendapat apresiasi tinggi dari Pelatih Antonio Conte. Bahkan, ia tak menyangka para pemainnya bisa bermain sangat rapi pada babak kedua, setelah sempat compang-camping di 45 menit awal.
"Pertandingan ini sangat berat, bahkan mungkin yang terberat sepanjang musim ini. Saya sangat bangga atas apa yang telah dilakukan dan ditunjukkan pasukanku. Mereka layak mendapatkan pujian ini," jelas Conte dikutip Tuttosport.it, kemarin.
Kunci lain yang membuat Le Zebre mampu pulang dengan hasil memuaskan tak lain kerendahan hati, semangat, dan keyakinan untuk memberikan yang terbaik bagi Juventini yang setia menemani kami sejak dari Roma.
Sekadar tambahan, skuad Juventus belum kembali ke Turin setelah menjalani lawatan ke Stadion Olimpico, bersua Lazio. Mereka langsung terbang ke kawasan Italia Selatan menuju San Paolo.
Matri menegaskan, timnya sangat tertekan di babak pertama, dan sempat tak tahu harus berbuat apa. Mereka tampil baik di babak kedua setelah pelatih memberikan beberapa arahan dan pergantian taktik, terutama di lini tengah, saat di ruang ganti.
"Hasilnya, kami tampil bagus untuk mengimbangi tuan rumah, dan meraih hasil yang tidak mengecewakan karena kami tak terkalahkan," imbuh eks bomber Cagliari ini, di situs klub.
Kepercayaan dan kolektivitas tinggi Juventus di babak kedua memang membuat trio centre bek Napoli, Paolo Cannavaro, Salvatore Aronica, dan Hugo Campagnaro kelabakan.
Strategi I Partenopei yang menempatkan trio Pandev, Hamsik, dan Ezequiel Lavezzi hanya bertahan dalam rentang 70 menit. Setelah itu, Napoli yang turun tanpa striker utama Edinson Cavani karena cedera, justru kehilangan momentum, yang berujung dua gol dalam tujuh menit.
"Bagiku, hasil pertandingan ini seperti gelas yang hanya terisi setengahnya. Kami bermain spektakuler di babak pertama dengan kekuatan penuh. Namun, kami harus membayar permainan penuh energi tersebut di babak kedua, setelah kami kehabisan tenaga pada 20 menit terakhir," ungkap Allenatore Napoli, Walter Mazzarri, dikutip Football Italia.
Tambahan satu angka membawa Napoli naik ke posisi enam dengan poin 17, sama dengan AS Roma dan Catania. Lavezzi dkk masih tertinggal lima angka dari peringkat empat, Lazio.
Baca tanpa iklan