Pelajaran Pantang Menyerah dari Cannavaro cs
Semangat pantang menyerah di lapangan ditunjukan Edgar Davids, Marco Materazzi, Fabio Cannavaro, Robert Pires, Denilson, dan Djalminha
Penulis:
Adi Suhendi
Editor:
Yudie Thirzano
Laporan wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pesepak bola Indonesia pantas belajar dari para bintang yang tengah mampir di Jakarta dalam pertandingan Starbol European and Friends melawan Samba and Friends, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (25/2/2012).
Semangat pantang menyerah di lapangan ditunjukan Edgar Davids, Marco Materazzi, Fabio Cannavaro, Robert Pires, Denilson, dan Djalminha.
Profesionalisme mereka tunjukan, meskipun sudah menempuh perjalanan jauh dengan berbagai aktivitas yang cukup melelahkan setibanya di Jakarta, tetapi Cannavaro Cs mampu bermain secara total. Padahal sudah disiapkan banyak pemain Indonesia sebagai cadangan untuk mengantisipasi kelelahan para pemain.
Jacksen F Tiago selaku pelatih tim Samba and friends menjelaskan bahwa pertandingan tersebut merupakan pertandingan yang menarik. Itu karena para pemain menunjukan skillnya sehingga bisa menghibur para penonton walau pada akhirnya tim samba and friends kalah.
"Mereka menunjukan bagaimana profesonalisme sebagai pemain. Meskipun sudah menempuh perjalanan yang lama mereka tidak mau keluar lapangan, tidak mau kalah. Semoga ini menjadi pelajaran bagi sepak bola Indonesia," ungkap Jacksen di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (25/2/2012) malam.
Danurwindo yang menjadi pelatih European and friends mengatakan hal serupa. Ia menganggap pertandingan tersebut bisa memberikan pelajaran yang baik bagi sepak bola Indonesia meski hanya sebuah eksebisi.
"Bagaimana membuat penonton terkagum-kagum melihat gerakan-gerakan mereka di lapangan meskipun usianya sudah tidak muda lagi. Kedua tim tidak mau kalah, walau pertandingan eksibisi" terang Danur.
Bima Sakti dan Ponaryo Astaman yang ikut dalam pertandingan pun sepakat dengan para pelatih. Menurutnya Cannavaro cs menunjukan keseriusan, sportifitas, semangat, dan tidak mau kalah.
"Pelajaran yang kita dapat, meskipun hanya pertandingan eksibisi tetapi merek tetap serius dan menunjukan profesionalisme, itu harus menjadi contoh untuk sepak bola Indonesia," ungkap Bima Sakti.